Kementan dan Pemprov Sultra Susun Percepatan Hilirisasi Pala hingga Jambu Mete
2026-09-25 17:07 WIB · aindari · 👁 758 dibaca

Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat koordinasi penetapan calon petani dan lokasi untuk program hilirisasi komoditas perkebunan unggulan.
Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mempercepat agenda hilirisasi perkebunan dengan menitikberatkan pada penetapan calon petani dan calon lokasi. Program ini diarahkan untuk komoditas unggulan daerah, yakni pala, lada, kelapa, dan jambu mete, dengan sasaran peningkatan nilai tambah, produksi, serta pendapatan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, menyampaikan bahwa jajaran pertanian didorong mengambil peran aktif dalam peningkatan produksi, penguatan hilirisasi, dan pencapaian kedaulatan pangan. Dorongan itu menjadi bagian dari rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, terutama untuk mempercepat kesiapan program hilirisasi perkebunan di daerah tersebut.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Idha Widi Arsanti menilai dukungan pemerintah untuk subsektor perkebunan di Sulawesi Tenggara perlu dikawal sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Karena itu, koordinasi diperkuat melalui Rapat Koordinasi Akselerasi Program Strategis Kementerian Pertanian di Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kendari.
Dalam agenda itu, peran penyuluh ditempatkan sebagai bagian penting dari pelaksanaan program prioritas. Penyuluh diminta mendampingi petani, membantu peningkatan produksi, mendukung proses hilirisasi, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, yang membuka rapat tersebut, menyampaikan apresiasi atas kerja bersama pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut pertanian berperan besar bagi ekonomi Sultra, dengan kontribusi sekitar 23 persen terhadap produk domestik regional bruto daerah.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan Eko Nugroho Dharmo Putro menekankan bahwa pendampingan tidak berhenti pada budidaya. Menurut dia, penyuluh perlu terlibat dari sisi produksi, hilirisasi, pengelolaan lahan, tata kelola usaha, hingga penguatan kelembagaan petani. Penyuluhan juga diarahkan agar mampu mengikuti kebutuhan pertanian modern, pertanian presisi, dan regenerasi pelaku pertanian.
Selain perkebunan, Sulawesi Tenggara juga didorong mempercepat transformasi teknologi pada tanaman pangan dan peternakan, termasuk melalui pertanian modern dan Gerakan Tanam PM-AAS. Pada hortikultura, pengembangan yang lebih intensif dinilai memerlukan penguatan program serta dukungan anggaran. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sinkronisasi dan konsolidasi data calon petani dan calon lokasi antara BBRMP Sulawesi Tenggara, dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota, serta penyuluh di tiap wilayah.
Melalui konsolidasi tersebut, Kementan mendorong penyatuan data, kebutuhan, dan langkah pelaksanaan agar program strategis dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Dalam kesempatan yang sama, Universitas Halu Oleo Kendari dan Pusat Penyuluhan Pertanian menandatangani perjanjian kerja sama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dalam pembangunan sumber daya manusia dan penyuluhan pertanian.
Tag: Pertanian, Hilirisasi, Sulawesi Tenggara, Perkebunan, Penyuluh Pertanian