Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Politik

DPR Dorong Percepatan SPAM di Daerah untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

2026-09-25 17:11 WIB · aindari · 👁 372 dibaca

Hamka Baco Kady meminta pemerintah memperbanyak pembangunan SPAM seiring meluasnya risiko krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Anggota Komisi V DPR Hamka Baco Kady mendorong pemerintah mempercepat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM di berbagai daerah. Desakan itu disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman kekurangan air bersih yang berpotensi meluas selama kemarau panjang.

Hamka menyebut pembangunan SPAM telah diprogramkan dalam jumlah besar untuk tahun ini hingga tahun depan. Menurut dia, penyediaan infrastruktur air minum dan air bersih perlu dipercepat karena sebagian besar wilayah Indonesia sudah berada dalam periode kemarau, sementara kebutuhan masyarakat terhadap air bersih tetap harus terjaga.

Risiko krisis air bersih meningkat di tengah kemarau panjang yang dipengaruhi El Nino dan terjadi di sejumlah daerah. Selain berkurangnya pasokan air, sebagian wilayah juga berpotensi menghadapi intrusi air laut. Kondisi itu dapat membuat sumber air baku tercampur air asin sehingga tidak lagi layak digunakan tanpa penanganan memadai.

Data BMKG menunjukkan sekitar 73 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, dengan puncak diperkirakan berlangsung pada Juli sampai September. Laporan lain menyebut 25 provinsi mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya kesiapan infrastruktur air bersih di tingkat daerah.

Hamka menjelaskan SPAM dapat dirancang dengan memanfaatkan lebih dari satu sumber air, antara lain sungai dan air tanah. Dengan pilihan sumber tersebut, pasokan masih bisa diupayakan ketika air permukaan menyusut akibat kekeringan. Namun, ia menekankan pembangunan SPAM harus diawali kajian ketersediaan air tanah, termasuk pengukuran debit yang dapat dimanfaatkan melalui peralatan khusus.

Selain SPAM, Hamka juga mendorong pembangunan jaringan irigasi air tanah di setiap kabupaten. Infrastruktur itu dinilai penting untuk membantu sektor pertanian ketika aliran sungai menurun dan pasokan air bagi sawah terganggu selama musim kering.

Sebelumnya, BNPB menyampaikan kemarau panjang telah memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Pemalang dan Klaten di Jawa Tengah serta Kabupaten Sidenreng Rappang di Sulawesi Selatan. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut penurunan curah hujan sejak akhir Juni berdampak pada menyusutnya debit sumber air secara signifikan, sehingga ribuan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian.

Tag: DPR, SPAM, krisis air, kemarau, El Nino