Raja Abdullah II Tiba di Indonesia, Perkuat Hubungan Bilateral Dua Negara
2026-07-18 17:01 WIB · aindari
Kunjungan kenegaraan Raja Yordania ke Jakarta menjadi bagian dari rangkaian lawatan ke sejumlah negara Asia dan mempererat persahabatan lama dengan Presiden Prabowo Subianto.
Raja Yordania Abdullah bin Al-Hussein atau Abdullah II tiba di Indonesia pada Jumat sore untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan. Agenda utamanya mencakup pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, kunjungan ke perwakilan Danantara Indonesia, serta penyaksian penandatanganan sejumlah nota kesepahaman bilateral bersama Presiden Prabowo.
Lawatan ke Indonesia merupakan bagian dari tur diplomatik Raja Abdullah II ke beberapa negara Asia. Menurut situs resmi Kerajaan Yordania, negara-negara lain yang termasuk dalam rangkaian kunjungan tersebut adalah Jepang, Vietnam, Singapura, dan Pakistan. Sebelumnya, Presiden Prabowo lebih dulu mengunjungi Yordania pada 14 April 2025 dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya, Amman.
Kedekatan personal antara kedua pemimpin sudah terjalin sejak lama. Keduanya memiliki latar belakang militer dan sama-sama pernah mengikuti pelatihan di lembaga Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Benning. Persahabatan yang tumbuh sejak usia muda itu menjadi fondasi kuat bagi hubungan diplomatik kedua negara.
Abdullah II lahir di Amman pada 30 Januari 1962 sebagai putra sulung Raja Hussein bin Talal dan Putri Muna Al Hussein. Ia tercatat sebagai keturunan langsung generasi ke-41 dari Nabi Muhammad SAW. Pendidikan formalnya dimulai di Islamic Educational College, Amman, kemudian berlanjut ke St. Edmund's School di Surrey, Inggris, dan Deerfield Academy di Amerika Serikat untuk jenjang menengah atas.
Di bidang pendidikan tinggi dan militer, Abdullah II menempuh pelatihan di Royal Military Academy Sandhurst, Inggris, pada 1980, lalu belajar di Pembroke College, University of Oxford, pada 1982, dan Georgetown University pada periode 1987-1989. Karier militernya dimulai di Angkatan Darat Kerajaan Yordania sejak 1981 hingga 1993. Setelah itu ia menjabat Wakil Komandan Pasukan Khusus Yordania selama setahun sebelum dipercaya memimpin penuh satuan tersebut dari 1994 hingga 1999.
Tahta kerajaan jatuh kepadanya pada 1999 setelah ayahnya, Raja Hussein, wafat. Di sisi kehidupan pribadi, ia menikahi Rania Al Abdullah pada 10 Juni 1993 dan memiliki empat anak: Pangeran Hussein, Pangeran Hashem, Putri Iman, dan Putri Salma. Sebagai pilot berkualifikasi sekaligus penerjun payung terlatih, raja yang juga gemar balap mobil, menyelam, dan mengoleksi senjata antik ini dikenal memiliki kepribadian aktif di luar tugas kenegaraannya.
Kunjungan kali ini diharapkan memperdalam kerja sama bilateral Indonesia-Yordania, termasuk di bidang ekonomi melalui pembahasan potensi kolaborasi dengan Danantara terkait sektor fosfat. Momentum saling kunjung kedua pemimpin dalam waktu berdekatan menunjukkan intensitas hubungan diplomatik yang terus menguat antara Jakarta dan Amman.
Tag: Raja Abdullah II, Yordania, Prabowo Subianto, hubungan bilateral, Danantara