Ratu Máxima Rampungkan Misi Keuangan Inklusif di Indonesia
2026-07-18 17:06 WIB · aindari · 👁 869 dibaca

Ratu Máxima mengakhiri kunjungan kerja di Indonesia dengan fokus pada kesehatan finansial, akses layanan keuangan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ratu Máxima menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke Indonesia yang berlangsung pada 24-27 November 2025. Kehadirannya kali ini bukan sebagai Ratu Belanda, melainkan sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, atau Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif bagi Pembangunan.
Agenda utama lawatan tersebut diarahkan pada isu keuangan inklusif dan kesehatan finansial masyarakat. Selama kegiatan pada 25-27 November, ia menyambangi beberapa daerah, mulai dari Kabupaten Sragen dan Kota Solo di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Kabupaten Bekasi di Jawa Barat. Ini menjadi kunjungan kelimanya ke Indonesia.
Sebelumnya, Ratu Máxima pernah datang ke Indonesia dalam peran UNSGSA pada 2012, 2016, dan 2018. Ia juga pernah mendampingi Raja Willem-Alexander dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 2020. Ratu Máxima lahir pada 17 Mei 1971 dan menikah dengan Raja Willem-Alexander di Amsterdam, Belanda, pada 2002.
Pada Selasa, 25 November, Ratu Máxima memulai agenda lapangan dengan mengunjungi sebuah pabrik garmen di Kabupaten Sragen. Setelah itu, ia menuju Kampung Batik Laweyan di Solo untuk membahas kesehatan finansial. Di Pura Mangkunegaran, Solo, ia menghadiri agenda Women's World Banking dan berdialog dengan anak muda, mahasiswa, serta pelaku usaha mengenai pengalaman mereka memakai produk dan layanan keuangan.
Keesokan harinya, Rabu, 26 November, ia mengikuti diskusi meja bundar bersama organisasi pembangunan di kantor PBB setempat. Agenda berlanjut ke International Finance Corporation, anggota Grup Bank Dunia, untuk membahas pengembangan pinjaman yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesehatan finansial. Pada hari yang sama, ia mengunjungi kompleks rumah subsidi Gran Harmoni Cibitung di Kabupaten Bekasi, yang menyediakan hunian rendah emisi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
Di Gran Harmoni Cibitung, Ratu Máxima bertamu ke rumah warga dan berinteraksi dengan perwakilan pembeli rumah pertama. Ia juga meninjau bank sampah yang ditawarkan sebagai salah satu mekanisme pembayaran angsuran rumah, serta menyaksikan proses penandatanganan akad jual beli rumah oleh puluhan calon pemilik. Sore harinya, ia berkunjung ke Deloitte Indonesia untuk berdiskusi dengan pemberi kerja mengenai kontribusi mereka terhadap kesehatan finansial karyawan dan klien.
Pada Kamis, 27 November, Ratu Máxima menutup lawatannya dengan mengikuti agenda literasi finansial bersama Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan. Ia kemudian dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, untuk menyampaikan temuan dan kesan selama kunjungan, termasuk melalui pertemuan empat mata dan jamuan santap siang.
Tag: Ratu Máxima, Indonesia, keuangan inklusif, UNSGSA, literasi finansial