Stok BBM Terbatas, Pengemudi Disarankan Ubah Cara Berkendara
2026-07-18 17:10 WIB · aindari · 👁 629 dibaca

Penghematan BBM bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, mulai dari menjaga kecepatan stabil, menghindari pengereman mendadak, hingga merawat kendaraan secara berkala.
Keterbatasan ketersediaan bahan bakar minyak di sejumlah daerah membuat pengendara perlu lebih cermat mengatur pemakaian BBM. Dalam kondisi seperti ini, efisiensi tidak hanya bergantung pada jenis kendaraan, tetapi juga pada cara mobil digunakan sehari-hari. Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai perubahan kecil dalam kebiasaan berkendara dapat membantu menekan pemborosan bahan bakar.
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah gaya mengemudi. Kecepatan yang dijaga tetap stabil membuat kerja mesin lebih ringan dibandingkan pola berkendara yang sering mempercepat laju secara tiba-tiba lalu mengerem mendadak. Yannes merujuk pada riset US Environmental Protection Agency yang menunjukkan perilaku agresif, seperti melaju terlalu cepat dan mengerem tiba-tiba, dapat menurunkan efisiensi BBM hingga 33 persen di jalan tol dan lima persen di area perkotaan.
Pengemudi juga disarankan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar tidak perlu melakukan pengereman mendadak. Pengereman yang halus dan terukur membantu mobil bergerak lebih efisien. Selain itu, putaran mesin perlu dikendalikan agar tetap stabil dan rendah. Rentang RPM yang disebut ideal berada di kisaran 1.500 hingga 2.500, sehingga tekanan kerja mesin tidak berlebihan dan konsumsi bahan bakar lebih ringan.
Faktor kenyamanan seperti penggunaan AC turut memengaruhi konsumsi BBM. AC tetap penting saat berkendara, tetapi penggunaannya perlu diatur. Saat kabin masih panas, pengendara dapat membuka jendela terlebih dahulu untuk mengeluarkan udara panas. Setelah suhu kabin menurun, kaca dapat ditutup dan AC dinyalakan agar beban mesin tidak langsung meningkat sejak awal perjalanan.
Beban kendaraan juga perlu dibatasi. Barang yang terlalu banyak membuat mesin bekerja lebih berat dan berpotensi meningkatkan pemakaian bahan bakar. Karena itu, pengemudi sebaiknya hanya membawa barang yang diperlukan. Selain beban, tekanan ban juga harus diperiksa. Ban yang kekurangan angin menambah hambatan gesek, sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar. Tekanan ban yang sesuai rekomendasi membantu menjaga efisiensi sekaligus kenyamanan perjalanan.
Perawatan kendaraan tetap menjadi bagian penting dari penghematan BBM. Servis berkala membantu memastikan mesin, saluran bahan bakar, dan komponen pendukung berada dalam kondisi optimal. Ketika mobil berhenti cukup lama, misalnya saat menunggu di area parkir, mesin sebaiknya dimatikan. Mesin yang menyala saat kendaraan diam tetap mengonsumsi bahan bakar tanpa memberikan manfaat perjalanan.
Tag: hemat BBM, tips berkendara, stok BBM, perawatan mobil, otomotif