Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Otomotif

LRT Jabodebek Pakai Air Olahan untuk Kurangi Kebutuhan Air Bersih Saat Cuci Kereta

2026-07-18 17:15 WIB · aindari · 👁 841 dibaca

Sebagian kebutuhan air pencucian rangkaian LRT Jabodebek dipenuhi dari air daur ulang yang diproses melalui fasilitas pengolahan terintegrasi.

LRT Jabodebek memanfaatkan air hasil daur ulang untuk mendukung perawatan rangkaian kereta, terutama dalam proses pencucian rutin. Dalam setiap pencucian satu rangkaian, hampir sepertiga kebutuhan air berasal dari air bekas pencucian yang telah diolah kembali sehingga dapat digunakan lagi secara aman.

Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya efisiensi sumber daya dalam operasional LRT Jabodebek. Air sisa pencucian tidak langsung dibuang, melainkan diproses melalui Water Treatment Plant atau WTP yang terhubung dengan Automatic Train Wash Plant atau ATWP. Pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan, termasuk pemisahan lumpur dan oli, penyaringan, serta penyesuaian tingkat keasaman atau pH.

Dalam satu kali pencucian rangkaian, LRT Jabodebek membutuhkan sekitar 973 liter air. Dari jumlah itu, sekitar 309 liter berasal dari air daur ulang, sedangkan 664 liter lainnya menggunakan air baru. Dengan skema ini, penggunaan air bersih dapat ditekan tanpa mengurangi standar kebersihan rangkaian kereta.

Sepanjang Semester I 2026, pemanfaatan air olahan tersebut telah menggantikan kebutuhan sekitar 293.859 liter air bersih dalam kegiatan pencucian kereta. LRT Jabodebek menempatkan langkah ini sebagai bagian dari penerapan operasional yang lebih berkelanjutan, bukan hanya melalui layanan angkutan massal, tetapi juga lewat pengelolaan sumber daya dalam aktivitas harian.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa konsep transportasi publik berkelanjutan tidak berhenti pada peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Menurut dia, operator juga perlu mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. Sistem pencucian otomatis yang dilengkapi pengolahan air memungkinkan sebagian air bekas pencucian dimanfaatkan kembali sehingga kebutuhan air bersih berkurang.

Proses pencucian menggunakan ATWP berlangsung otomatis ketika rangkaian masuk ke area pencucian. Kereta melewati tujuh tahap, mulai dari penyemprotan air, pemberian deterjen, penyikatan otomatis, pembilasan, hingga tahap akhir dengan demineralized water. Untuk satu rangkaian sepanjang sekitar 100 meter, seluruh proses memerlukan waktu sekitar dua menit.

Radhitya juga menekankan bahwa manfaat penggunaan transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan perjalanan yang lebih cepat dan terhindar dari kemacetan. Di balik operasional LRT Jabodebek, terdapat langkah-langkah untuk menggunakan sumber daya secara lebih efisien, termasuk dalam proses perawatan kereta yang dilakukan secara rutin.

Tag: LRT Jabodebek, air daur ulang, pencucian kereta, transportasi publik, otomotif