Suroso Isnandar Memimpin PLN, Bawa Pengalaman dari Sistem Listrik hingga Energi Terbarukan
2026-10-15 17:02 WIB · aindari · 👁 661 dibaca
Suroso Isnandar ditunjuk sebagai Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah sebelumnya memimpin manajemen proyek dan energi baru terbarukan.
Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) setelah keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 14 Oktober. Ia menggantikan Darmawan Prasodjo dan untuk sementara tetap menjalankan tugasnya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN hingga penggantinya ditetapkan.
Pergantian tersebut dikonfirmasi Komisaris Independen PLN Andi Arief. Ia menyampaikan penghargaan atas pengabdian Darmawan selama memimpin perusahaan dan berharap agenda transformasi PLN terus berjalan di bawah kepemimpinan baru.
Suroso lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana bidang Power System Engineering di Institut Teknologi Bandung pada 1994. Lima tahun kemudian, ia memperoleh gelar Master of Science dalam Power System Engineering and Management dari University of Abertay, Skotlandia. Pendidikan formalnya berlanjut hingga meraih gelar doktor Teknik Elektro dari ITB pada 2025.
Sebelum menduduki posisi tertinggi di PLN, Suroso menempati berbagai jabatan yang berkaitan dengan pembangkitan, penyaluran, pengaturan sistem tenaga listrik, serta teknologi informasi. Pada 2019-2021, ia menjadi General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Tugas tersebut mencakup pengelolaan pembangkitan dan penyaluran listrik di wilayah Sulawesi.
Kariernya berlanjut sebagai General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada 2021-2022. Dalam posisi itu, ia menangani pengaturan sistem tenaga listrik untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik. Pada 2022-2023, ia menjabat Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN, memperluas pengalamannya ke pengembangan teknologi dan transformasi digital.
Suroso kemudian dipercaya memimpin bidang manajemen proyek dan energi baru terbarukan berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-159/MBU/06/2025 tertanggal 18 Juni 2025. Peran tersebut berkaitan dengan pengembangan proyek kelistrikan dan peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan.
Sebagai direktur utama, Suroso menghadapi agenda menjaga keandalan pasokan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung energi yang lebih bersih. Pemerintah juga menaruh perhatian pada percepatan penggunaan energi surya. Dalam pertemuan di Istana Merdeka pada 14 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat membahas transformasi PLN serta percepatan pemanfaatan panel surya berkapasitas 100 gigawatt. Dengan rekam jejak di bidang teknis, digital, dan energi terbarukan, kepemimpinannya akan menentukan kelanjutan transformasi PLN serta dukungan perusahaan terhadap transisi energi Indonesia.
Tag: PLN, Suroso Isnandar, Energi Terbarukan, Ketenagalistrikan, Transisi Energi