Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Empat Pasar Besar Masih Menyimpan Ruang bagi Ekspor Indonesia

2026-10-15 06:05 WIB · aindari · 👁 452 dibaca

Pemerintah mengidentifikasi peluang tambahan ekspor ke China, Amerika Serikat, Jepang, dan India melalui pendekatan berbasis komoditas serta kebutuhan tiap negara.

Pemerintah menilai peningkatan ekspor Indonesia masih dapat dikejar melalui pendalaman pasar yang selama ini sudah menjadi tujuan utama. Pemetaan dilakukan dengan membandingkan nilai ekspor Indonesia saat ini dan kebutuhan impor negara mitra untuk menemukan peluang yang belum tergarap. Empat pasar yang menjadi fokus ialah China, Amerika Serikat, Jepang, dan India.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan strategi tersebut akan disusun berdasarkan karakteristik komoditas dan pasar. Pemerintah menginventarisasi produk yang memiliki kapasitas ekspor, mencocokkannya dengan permintaan di negara tujuan, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dunia usaha. Hambatan itu mencakup aspek aturan, standar pasar, dan persoalan teknis dalam pelaksanaan ekspor.

China menjadi pasar dengan selisih potensi terbesar, yakni sekitar 31 miliar dolar AS. Peluang tersebut tersebar pada mineral dan logam, sumber daya mineral, mesin serta peralatan elektronik, kayu dan kertas, karet dan plastik, hingga produk kimia. Di Amerika Serikat, ruang ekspor yang teridentifikasi mencapai 14 miliar dolar AS, dengan peluang pada kendaraan, mineral dan logam, mesin serta elektronik, kayu dan kertas, karet dan plastik, serta bahan kimia.

Jepang memiliki potensi tambahan sekitar 5,5 miliar dolar AS. Komoditas yang dinilai dapat dikembangkan mencakup mineral dan logam, hasil perikanan, produk nabati, serta bahan kimia. Sementara itu, India menyimpan peluang sekitar 10 miliar dolar AS, terutama untuk mineral dan logam, produk kimia, mesin dan barang elektronik, serta komoditas nabati.

Pemerintah akan berupaya menghubungkan kemampuan produksi nasional dengan kebutuhan yang lebih spesifik di setiap negara tujuan. Penguatan tersebut mencakup sektor pertambangan, pertanian dan perkebunan, perikanan, serta manufaktur. Selain itu, produk elektronik, teknologi, dan telekomunikasi turut dipetakan sebagai bidang yang berpotensi menambah kinerja ekspor.

Koordinasi antara kementerian dan lembaga bersama pelaku usaha juga akan diperkuat untuk mengatasi kendala yang menghambat perdagangan lintas negara. Pemerintah berharap langkah ini meningkatkan nilai ekspor sekaligus mendorong penjualan produk bernilai tambah dan memperluas ragam komoditas. Dengan demikian, peluang yang masih terbuka di pasar utama dapat diubah menjadi transaksi ekspor yang lebih nyata, bukan hanya mengandalkan pembukaan pasar baru.

Tag: ekspor, perdagangan internasional, China, Amerika Serikat, hilirisasi