Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Suroso Isnandar Pimpin PLN, Berbekal Pengalaman Sistem Tenaga dan Energi Terbarukan

2026-10-16 06:06 WIB · aindari · 👁 589 dibaca

Suroso Isnandar ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN pada 14 Oktober 2026 setelah menempati berbagai posisi teknis dan manajerial di perusahaan tersebut.

Suroso Isnandar resmi menduduki posisi Direktur Utama PT PLN (Persero) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Ia menggantikan Darmawan Prasodjo dan menjadi pemimpin baru perusahaan listrik negara setelah menjalani karier panjang di lingkungan PLN. Sebelum pengangkatan itu, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Suroso lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971. Pendidikan tingginya berfokus pada teknik sistem tenaga listrik. Ia menyelesaikan studi sarjana Power System Engineering di Institut Teknologi Bandung pada 1994, lalu memperoleh gelar Master of Science dalam Power System Engineering and Management dari University of Abertay, Inggris, pada 1999. Pada 2025, ia meraih gelar doktor Teknik Elektro dari ITB.

Kariernya mencakup sejumlah fungsi penting dalam operasional ketenagalistrikan. Pada 2019 hingga 2021, Suroso memimpin PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi sebagai general manager. Tugas berikutnya berlangsung pada 2021–2022, ketika ia memimpin Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali. Posisi tersebut berkaitan dengan pengelolaan sistem dan keseimbangan pasokan listrik di wilayah tersebut.

Suroso kemudian dipercaya menjadi Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi di Direktorat Utama PLN Kantor Pusat pada 2022–2023. Pada September 2023, ia masuk jajaran direksi sebagai Direktur Manajemen Risiko. Melalui keputusan Menteri BUMN pada 18 Juni 2025, ia selanjutnya ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, jabatan yang diembannya sebelum menjadi direktur utama.

Selain pengalaman profesional, riset doktoralnya juga berkaitan langsung dengan persoalan sistem kelistrikan. Disertasi tersebut mengkaji model bisnis pasar listrik Indonesia yang tidak kompetitif dan berada dalam regulasi ketat. Kajian itu turut membahas tantangan mengintegrasikan pembangkit energi terbarukan yang produksinya bergantung pada kondisi alam, termasuk kebutuhan pemodelan untuk membantu pengambilan keputusan, menjaga keseimbangan daya, dan mempertahankan keandalan pasokan.

Sebagai direktur utama, Suroso menghadapi tanggung jawab menjaga keandalan listrik nasional, meningkatkan mutu layanan, mengembangkan infrastruktur, dan mendukung transisi energi. Pengalaman di bidang pembangkitan, pengaturan beban, teknologi informasi, manajemen risiko, proyek, serta energi terbarukan menjadi bagian dari bekalnya. Namun, hasil kepemimpinannya tetap bergantung pada kebijakan dan pelaksanaan program PLN.

Tag: PLN, Suroso Isnandar, Energi Terbarukan, Ketenagalistrikan, BUMN