Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Gaya Hidup

Menelusuri Egg Tart Lord Stow’s, Ikon Pastri Makau Tanpa Lemak Babi

2026-10-16 17:05 WIB · aindari

Lord Stow’s Bakery di Coloane mempertahankan resep egg tart buatan tangan yang memadukan kulit renyah dan isian krim lembut.

Di kawasan bersejarah Coloane Village, Makau, Lord Stow’s Bakery menjadi salah satu tujuan wisatawan yang ingin mencicipi egg tart khas kota tersebut. Bangunan dua lantai bercat krem itu dikenal sebagai tempat awal berkembangnya Portuguese egg tart versi Makau, yang kini populer di kalangan pelancong dari berbagai negara.

Pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan pastri dari area dapur terbuka. Adonan disiapkan, ditata di atas loyang, lalu dipanggang dalam oven berukuran besar. Egg tart yang matang kemudian disusun di rak dengan permukaan berwarna kecokelatan sebelum disajikan. Di dalam toko, etalase kaca menampilkan beragam pastri, sementara karyawan melayani antrean pembeli di meja kasir.

Audrey Margaret Stow, putri pendiri Andrew Stow, menjelaskan bahwa Lord Stow’s Bakery kini memiliki sejumlah gerai di Makau. Selain toko asli di Coloane, jaringan tersebut mencakup kafe dan lokasi lain di Taipa serta Cotai. Gerai terbaru di kawasan Londoner menggabungkan konsep toko roti dan kafe, lengkap dengan dapur terbuka yang memungkinkan pelanggan melihat pembuatan pastri.

Sejarah toko ini bermula dari Andrew Stow, warga Inggris berlatar pendidikan farmasi yang datang ke Makau pada 1979. Sebelum membuka toko roti, Andrew dan istrinya menjalankan Tropical Health Foods, usaha yang menjual produk kesehatan bagi masyarakat setempat. Pada 1989, bisnis tersebut beralih menjadi toko roti dan mulai memproduksi berbagai pastri.

Inspirasi egg tart datang dari pengalaman Andrew melihat pastri serupa ketika berkunjung ke Portugal. Ia lalu menyusun resep sendiri dengan memadukan custard bergaya Inggris dan kulit pastri berlapis. Resep itu masih digunakan hingga kini, dengan proses pembuatan yang tetap dilakukan secara manual. Nama Lord Stow’s berasal dari julukan yang diberikan masyarakat Portugis di sekitar tempat tinggal Andrew. Meski bukan bangsawan, ia dipanggil Lord karena dikenal sebagai warga Inggris.

Dari sisi bahan, Audrey menyebut produk mereka dibuat menggunakan krim, mentega, tepung terigu, gula, dan susu, tanpa lard atau lemak babi. Produk tersebut tidak memiliki sertifikat halal Makau, sehingga keterangan bahan tetap perlu menjadi pertimbangan bagi konsumen. Isian egg tart menggunakan krim, bukan campuran susu dan tepung, sehingga menghasilkan rasa lebih kaya. Kulit yang renyah berpadu dengan tekstur lembut, rasa telur yang kuat, dan sensasi krim saat disantap.

Tag: Lord Stow’s Bakery, egg tart, Makau, wisata kuliner, pastri