Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Streaming Tersendat di Laptop? Enam Hal Ini Perlu Diperiksa

2026-10-16 17:09 WIB · aindari · 👁 397 dibaca

Gangguan saat menonton video tidak selalu berasal dari internet, tetapi juga dapat dipicu keterbatasan perangkat, browser, dan sistem pendingin.

Menonton film, serial, atau siaran langsung melalui laptop dapat terganggu oleh video yang tersendat, suara tidak selaras, atau layar yang terus memuat. Kondisi ini kerap dianggap sebagai masalah jaringan, padahal kinerja laptop juga dipengaruhi kapasitas memori, beban prosesor, pengaturan browser, serta kemampuan perangkat mengolah video.

Koneksi internet yang tidak stabil tetap menjadi salah satu penyebab utama buffering. Layanan streaming membutuhkan aliran data yang berkesinambungan sehingga penurunan kecepatan dapat membuat video berhenti sementara. Pengguna dapat mendekatkan laptop ke router Wi-Fi, menghentikan perangkat lain yang memakai banyak bandwidth, atau menggunakan kabel Ethernet. Menurunkan resolusi, misalnya dari 4K ke 1080p atau 720p, juga dapat mengurangi kebutuhan data.

Laptop bisa melambat ketika terlalu banyak aplikasi dan tab browser terbuka. Google Chrome dan Microsoft Edge dapat memakai RAM dalam jumlah besar, terutama saat banyak tab, aplikasi berbasis web, atau ekstensi dijalankan bersamaan. Pada Windows, penggunaan CPU, memori, dan disk dapat diperiksa melalui Task Manager dengan menekan Ctrl + Shift + Esc. Aplikasi yang tidak dibutuhkan dan tab yang tidak digunakan sebaiknya ditutup.

Pemutaran video juga menuntut kerja CPU dan GPU untuk mendekode serta menampilkan gambar. Perangkat dengan spesifikasi terbatas dapat kesulitan menangani video beresolusi tinggi, termasuk 4K, meskipun koneksi internet memadai. Menurunkan resolusi, menutup aplikasi berat, serta memperbarui sistem operasi dan driver kartu grafis dapat membantu mengurangi beban pemrosesan.

Pengaturan hardware acceleration pada browser turut memengaruhi kelancaran streaming. Fitur ini biasanya memanfaatkan GPU untuk membantu pekerjaan grafis dan video, tetapi konfigurasi tertentu atau ketidakcocokan dengan driver dapat menyebabkan video patah-patah, layar berkedip, atau tampilan hitam. Di Google Chrome, pengaturannya berada di Settings, lalu System, pada opsi Use graphics acceleration when available. Pengguna dapat mengubah status fitur tersebut dan memulai ulang browser untuk menguji hasilnya. Jika performa memburuk setelah dinonaktifkan, fitur itu dapat diaktifkan kembali.

Panas berlebih menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Ventilasi yang tertutup atau dipenuhi debu dapat meningkatkan suhu komponen. Untuk mencegah kerusakan akibat suhu tinggi, sistem dapat menurunkan kecepatan CPU atau GPU melalui mekanisme thermal throttling. Gunakan laptop di permukaan datar dan keras, bukan di kasur atau bantal. Jika perangkat sangat panas, kipas berisik, dan performanya menurun setelah beberapa saat, sistem pendingin mungkin perlu dibersihkan. Browser atau driver grafis yang belum diperbarui juga dapat memicu persoalan kompatibilitas saat streaming.

Tag: laptop, streaming, buffering, hardware acceleration, performa perangkat