Iran Peringatkan Aset AS dan Negara Sekutu Bisa Jadi Target Jika Konflik Meluas
2026-10-22 09:32 WIB · aindari · 👁 664 dibaca
Teheran menyatakan aset politik Amerika Serikat dan infrastruktur negara yang terlibat dalam perang baru dapat dianggap sebagai sasaran jika pejabat Iran atau warga sipil tewas.
Iran memperingatkan bahwa aset politik Amerika Serikat serta infrastruktur negara-negara yang ikut berperang melawannya dapat menjadi sasaran apabila serangan baru menewaskan pejabat Iran atau warga sipil. Peringatan itu disampaikan pejabat senior keamanan Iran yang identitasnya tidak diungkapkan kepada kantor berita semi-resmi Fars, ketika hubungan Teheran dan Washington kembali menegang.
Menurut pejabat tersebut, Iran memperkirakan Amerika Serikat dan Israel sedang menyiapkan serangan lanjutan. Teheran juga menilai sinyal diplomatik dari Washington tidak bisa dijadikan dasar kepercayaan. Persepsi itu, katanya, menguat setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan pernyataan di Athena yang dipahami Iran sebagai pembenaran berbasis sejarah dan peradaban terhadap perang Washington melawan Iran.
Pejabat itu menyebut sebagian pemimpin politik dan kalangan intelektual Iran semakin melihat kebijakan AS di Timur Tengah dipengaruhi Israel. Penilaian tersebut dianggap mempersempit peluang Washington untuk mendorong penyelesaian melalui jalur diplomatik. Ia juga menyatakan bahwa Israel dinilai menjadi prioritas dalam kebijakan Presiden AS Donald Trump di kawasan tersebut.
Teheran, menurut keterangan yang sama, kini memandang dirinya sudah berada dalam kondisi perang dengan Amerika Serikat. Iran menganggap blokade ekonomi dan laut yang diberlakukan Washington, termasuk pembatasan wilayah udara, sebagai bagian dari agresi militer yang disebut dimulai pada 28 Februari. Tekanan dari berbagai kelompok di dalam negeri kemudian mendorong pemerintah Iran mempertimbangkan tindakan tegas untuk mematahkan blokade, dengan alasan hak membela diri.
Pejabat itu mengatakan unit-unit operasional Iran telah menerima instruksi terkait kemungkinan konflik berskala besar. Jika konflik tersebut disertai pembunuhan pejabat Iran dan warga sipil, aset politik AS serta infrastruktur negara mana pun yang terlibat perang akan diperlakukan Teheran sebagai sasaran yang sah. Pernyataan itu menunjukkan risiko perluasan konflik apabila ancaman tersebut diwujudkan, meski belum ada keterangan mengenai tindakan spesifik yang akan diambil.
Ketegangan meningkat di tengah blokade laut AS dan pembatasan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari memicu konflik regional yang lebih luas. Upaya diplomatik setelahnya belum menyelesaikan perselisihan mengenai blokade maupun pengaturan keamanan di jalur strategis itu. Peringatan Iran juga muncul setelah media Israel melaporkan puluhan jet tempur Israel terbang mendekati perbatasan Iran pada awal pekan. Sejumlah sumber AS menduga manuver tersebut mungkin bertujuan memancing respons Teheran.
Tag: Iran, Amerika Serikat, Israel, Selat Hormuz, Konflik Timur Tengah