Washington Larang DeepSeek Mengakses Jaringan Sipil Federal
2026-10-20 22:01 WIB · aindari · 👁 963 dibaca
Amerika Serikat memerintahkan penghapusan DeepSeek dari perangkat pemerintah sipil karena menilai platform AI itu berisiko bagi keamanan siber dan spionase.
Amerika Serikat melarang Hangzhou DeepSeek, perusahaan kecerdasan buatan asal China, mengakses jaringan badan sipil federal. Kebijakan yang diumumkan pada Senin (19/10) tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap keamanan data di tengah persaingan teknologi dengan Beijing.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menilai model-model DeepSeek memiliki sejumlah jalur ancaman. Penasihat Umum departemen itu, James Percival, menyebut lokasi server perusahaan di China sebagai salah satu faktor utama. Menurut penilaian pemerintah AS, aturan domestik China memberikan kewenangan luas kepada badan siber dan intelijen untuk memperoleh akses terhadap infrastruktur perusahaan swasta.
Arahan pemerintah AS juga menyoroti cara kerja platform DeepSeek yang bersifat interaktif. Struktur tersebut dinilai berpotensi membuka kueri operasional yang sensitif untuk disadap pihak asing. Informasi yang dikirim ke China, menurut dokumen itu, berisiko menghasilkan intelijen yang dapat digunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang warga AS maupun program pemerintah.
Kekhawatiran Washington tidak hanya menyangkut data yang dikirimkan pengguna. Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan penilaian independen menemukan kerentanan kritis pada perangkat lunak seluler DeepSeek. Evaluasi itu juga mengidentifikasi risiko pengambilan sidik jari digital pengguna, yang dapat membantu mengenali atau melacak karakteristik perangkat dan aktivitasnya.
Sebagai tindak lanjut, badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil diwajibkan segera menghapus perangkat lunak DeepSeek, perangkat yang terhubung dengannya, serta aplikasi pihak ketiga yang memakai kerangka kerja perusahaan tersebut. DeepSeek juga harus dikeluarkan dari daftar produk yang disetujui untuk digunakan oleh otoritas federal.
Lembaga yang memiliki fungsi sangat penting bagi pelaksanaan misi dapat meminta pengecualian secara tertulis. Permohonan itu harus diajukan melalui Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur atau CISA dalam jangka waktu 60 hari. Selama proses penghapusan berjalan, instansi diminta memperkuat pencatatan aktivitas jaringan, memperketat pengawasan perpindahan data ke luar jaringan, dan memantau lalu lintas tidak biasa secara berkelanjutan. Langkah tersebut berpotensi memengaruhi penggunaan perangkat atau layanan AI di lingkungan pemerintah, meski sumber tidak menyebut dampak pasar atau kurs tertentu.
Beijing menolak kebijakan baru itu pada Selasa (20/10). Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan China menentang penggunaan konsep keamanan nasional secara berlebihan serta politisasi isu sains, teknologi, ekonomi, dan perdagangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah China akan melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China.
Tag: Amerika Serikat, DeepSeek, China, keamanan siber, kecerdasan buatan