Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

IRGC Laporkan Kapal Tanker Terbakar dan Kapal Lain Menabrak Ranjau di Sekitar Hormuz

2026-10-22 23:30 WIB · aindari · 👁 710 dibaca

Korps Garda Revolusi Islam Iran menyebut empat kapal tanker diserang saat memindahkan minyak, sementara tiga kapal lain terbakar setelah terkena ranjau.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan serangkaian insiden yang melibatkan tujuh kapal di perairan sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz. Empat kapal tanker disebut ditembak hingga terbakar ketika sedang memindahkan muatan minyak. Pada waktu berbeda, tiga kapal lain mengalami kerusakan setelah menabrak ranjau di bagian barat Selat Hormuz.

Keterangan itu disampaikan Angkatan Laut IRGC melalui siaran pers pada Kamis pagi. Menurut laporan tersebut, empat kapal tanker terlacak setelah menggunakan rute yang disebut tidak resmi. IRGC menyatakan perusahaan pelayaran sebelumnya sudah menerima peringatan terkait penggunaan jalur tersebut.

Keempat kapal itu dilaporkan memindahkan muatan minyak di wilayah utara Teluk Persia. Setelah kegiatan tersebut berlangsung, kapal-kapal itu disebut segera terkena serangan dan kemudian terbakar. IRGC tidak merinci jenis senjata yang digunakan, pihak yang melakukan penembakan, maupun tingkat kerusakan pada masing-masing kapal.

IRGC juga menyebut tiga kapal mengalami insiden pada Rabu malam, 21 Oktober. Kapal-kapal itu dikabarkan terkena ranjau di perairan barat Selat Hormuz dan terbakar. Akibat kejadian tersebut, armada itu disebut tidak dapat melanjutkan pergerakan.

Dalam pernyataannya, IRGC menuduh Amerika Serikat mengarahkan kapal-kapal tersebut melewati jalur ilegal yang telah dipasangi ranjau. Menurut versi Iran, kondisi itu meningkatkan jumlah insiden di kawasan perairan tersebut. Materi laporan tidak memuat tanggapan Amerika Serikat atau informasi independen yang mengonfirmasi tuduhan tersebut.

IRGC menyampaikan peringatan keras jika kejadian serupa terus berlangsung. Lembaga itu menyatakan serangan dapat diperluas ke markas Amerika Serikat di kawasan. Pernyataan tersebut menempatkan insiden kapal tanker dan ranjau dalam konteks ketegangan keamanan yang lebih luas di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi lokasi penting dalam laporan tersebut karena tiga kapal dilaporkan terkena ranjau di bagian baratnya, sedangkan pemindahan minyak oleh empat kapal tanker berlangsung di utara Teluk Persia. Insiden itu berpotensi memengaruhi persepsi terhadap keamanan pelayaran dan menambah risiko bagi aktivitas pengangkutan minyak, meski laporan ini tidak menyebutkan dampak pasar, korban, atau gangguan pasokan.

Tag: Iran, IRGC, Selat Hormuz, Kapal tanker, Teluk Persia