Pyridam Farma Raih Penghargaan CDMO dan Perluas Arah Bisnis Global
2026-11-01 17:12 WIB · aindari · 👁 810 dibaca
PYFA mendapat pengakuan atas kinerja layanan manufaktur farmasi, inovasi, efisiensi, keberlanjutan, serta strategi ekspansi lintas negara.
PT Pyridam Farma Tbk memperoleh penghargaan Best Pharmaceutical CDMO & Global Expansion Leader dalam kategori Indonesia Best Pharmaceuticals sektor Healthcare. Penghargaan tersebut diberikan di Jakarta oleh portal berita industri, dengan penilaian yang menyoroti tata kelola perusahaan, keberlanjutan, transformasi digital, dan kemampuan ekspansi global perusahaan.
Head of CDMO PYFA untuk wilayah operasional Indonesia Savira Tjan menyebut penghargaan itu memperkuat posisi layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO), maklon farmasi, serta toll-in atau toll manufacturing sebagai penggerak pertumbuhan perusahaan. PYFA menargetkan peran sebagai mitra strategis bagi perusahaan multinasional dan perusahaan terkemuka di Indonesia.
Menurut perusahaan, kebutuhan terhadap manufaktur kontrak meningkat seiring industri kesehatan dunia mencari rantai pasok yang lebih efisien. Permintaan alih daya produksi dari prinsipal farmasi global dinilai membuka ruang ekspansi bagi PYFA, yang telah menyiapkan infrastruktur manufaktur berstandar internasional di Indonesia dan Australia.
Data riset pasar Cervicorn Consulting yang dikutip dalam materi perusahaan memperkirakan nilai pasar CDMO farmasi global berada di atas 263,04 miliar dolar AS hingga 275 miliar dolar AS pada 2026. Nilai tersebut diproyeksikan mencapai 520,27 miliar dolar AS pada 2035, dengan pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 7,06 persen hingga 10 persen. Asia-Pasifik disebut sebagai kawasan dengan laju pertumbuhan tercepat.
Dewan juri menetapkan PYFA berdasarkan nilai tertinggi dalam empat aspek. Penilaian itu mencakup kinerja CDMO terbesar, inovasi CDMO paling progresif, efisiensi operasional, serta komitmen terhadap keberlanjutan dan ekspansi global.
Kinerja layanan tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan keuangan perusahaan. Dalam laporan penuh tahun fiskal 2025, pendapatan PYFA naik 43,7 persen menjadi sekitar Rp2,7 triliun dari Rp1,9 triliun pada 2024. Dalam keterangan perusahaan, pendapatan juga disebut mencapai Rp2,76 triliun dengan gross margin 21,1 persen. Layanan CDMO tercatat konsisten mendorong peningkatan pendapatan selama dua periode laporan keuangan terakhir dan menjadi motor utama pertumbuhan dalam dua tahun terakhir.
PYFA menyatakan keunggulan bisnisnya bertumpu pada pengembangan produk inovatif dan layanan luas bagi klien. Perusahaan berencana meningkatkan standar layanan serta inovasi produk untuk menambah nilai bagi mitra bisnis dan pemangku kepentingan, di tengah permintaan klien dan pertumbuhan industri farmasi yang dinilai positif.
Tag: Pyridam Farma, CDMO, Industri farmasi, Ekspansi global, Kinerja keuangan