Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Militer Yaman Klaim Lumpuhkan Hampir 500 Pejuang Houthi dalam Sehari

2026-11-02 12:02 WIB · aindari · 👁 449 dibaca

Pasukan pemerintah Yaman menyebut operasi militer di sejumlah front menargetkan posisi, jalur pasokan, dan kekuatan Houthi, sementara korban sipil turut dilaporkan.

Militer Yaman mengklaim hampir 500 pejuang dan komandan lapangan Houthi telah dilumpuhkan dalam 1.272 operasi selama 24 jam. Pernyataan itu disampaikan juru bicara militer Majed al-Nuzaili pada Minggu (1/11). Militer tidak menjelaskan berapa banyak pihak yang disebut dinetralkan tersebut tewas atau terluka.

Menurut al-Nuzaili, rangkaian operasi itu juga menghancurkan atau merusak 169 kendaraan, peralatan, serta senjata berat milik Houthi. Serangan diarahkan ke sejumlah posisi kelompok tersebut, termasuk lokasi pasukan tambahan, benteng pertahanan, posisi tembak, dan jalur pasokan. Seluruh kegiatan itu disebut bagian dari Operasi Fajar Yaman.

Operasi tersebut, lanjut al-Nuzaili, dimaksudkan untuk mendukung pergerakan pasukan darat dan merebut kembali posisi di front Al-Jawf, wilayah Yaman utara. Pasukan pemerintah juga menjalankan operasi di Marib, Al-Bayda, Lahj, dan Taiz. Di Taiz, militer bersama Popular Resistance yang bersekutu dengan pemerintah terlibat pertempuran melawan Houthi dengan dukungan pesawat tempur, drone, dan artileri.

Militer menyatakan telah menyiapkan langkah pencegahan untuk melindungi warga serta infrastruktur sipil. Sebelumnya, pasukan pemerintah mengumumkan penembakan jatuh dua drone Houthi dan serangan udara ke posisi kelompok itu di Distrik Al-Misrakh, bagian selatan Taiz.

Namun, Kementerian Dalam Negeri Yaman melaporkan serangan drone Houthi ke sebuah rumah di wilayah barat Taiz menewaskan seorang perempuan dan seorang anak perempuan. Serangan tersebut juga melukai seorang perempuan lain. Laporan itu disampaikan melalui pernyataan terpisah.

Di Al-Jawf, pasukan pemerintah pada Sabtu menyatakan telah menguasai kawasan pegunungan Huwayshian. Pemerintah menyebut wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Houthi itu sebagai garis pertahanan terdepan menuju Al-Hazm, ibu kota provinsi tersebut.

Operasi Fajar Yaman dimulai pada 5 Oktober dengan tujuan memulihkan lembaga negara dari kendali Houthi dan merebut kembali Sanaa. Eskalasi konflik yang meningkat sejak Juli, menurut laporan PBB, telah menewaskan dan melukai ribuan orang serta memaksa lebih dari 250.000 warga mengungsi. Kondisi itu mengakhiri masa relatif tenang sejak April 2022 dan memperburuk krisis kemanusiaan. Perang Yaman bermula setelah Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014, yang kemudian mendorong intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.

Tag: Yaman, Houthi, Operasi Fajar Yaman, Al-Jawf, Taiz