Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Otomotif

Forland Bidik Armada Niaga Listrik Indonesia dengan Dukungan Ekosistem Energi

2026-11-03 17:03 WIB · aindari · 👁 594 dibaca

Merek kendaraan komersial asal China ini masuk Indonesia melalui PT Tangguh Utama Sejahtera dengan fokus pada elektrifikasi armada dan dukungan layanan operasional.

Forland mulai memasuki pasar otomotif Indonesia melalui PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS). Merek yang berada di bawah MAS Group itu menyasar sektor kendaraan komersial listrik, terutama untuk menjawab kebutuhan distribusi yang berkembang seiring pertumbuhan logistik dan perdagangan digital.

Presiden Direktur TUS Jin Hong Lin melihat ruang pertumbuhan besar pada kendaraan niaga berbasis listrik. Tingkat penetrasinya di Indonesia masih berada di bawah satu persen, sedangkan kendaraan listrik penumpang telah mencapai sekitar 20 persen. Kondisi tersebut dinilai memberi peluang bagi pelaku industri untuk ikut membentuk pasar sejak tahap awal, bukan hanya menjual produk yang sudah terbentuk.

Pada tahap perkenalan, Forland menawarkan kendaraan dengan pilihan penggunaan yang disusun berdasarkan kebutuhan operasional. Platform ET5 mencakup pikap, mobil boks, boks aluminium, kendaraan rantai dingin, serta angkutan kota. Ragam tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai aktivitas pengangkutan dan distribusi.

Forland juga menyiapkan platform EL5e untuk pekerjaan menengah serta kegiatan konstruksi di wilayah perkotaan. Produk yang disebut dalam kategori ini meliputi truk jungkit listrik atau electric dump truck dan truk pengangkut kontainer arm roll truck. Untuk pengiriman harian di dalam kota, perusahaan menghadirkan kendaraan van melalui model U7 dan U9.

CEO Forland International Dong YongSheng menyebut pengalaman manufaktur perusahaan selama 10 tahun terakhir menjadi dasar pengembangan pasar kendaraan komersial listrik di Indonesia. Namun, ketersediaan model belum cukup untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik oleh pengelola armada. Layanan purnajual, pasokan suku cadang, serta jaringan pengisian daya juga menjadi kebutuhan utama.

TUS memanfaatkan jaringan MAS Group yang telah berpengalaman lebih dari 25 tahun dalam industri otomotif nasional untuk mendukung layanan teknis dan penyediaan suku cadang. Perusahaan tersebut juga bekerja sama dengan StarCharge untuk infrastruktur pengisian daya dan CRRC untuk teknologi Battery Energy Storage System (BESS). Integrasi tenaga surya turut disiapkan dalam ekosistem energi yang dibangun.

Langkah Forland menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan niaga membutuhkan dukungan menyeluruh. Peralihan dari mesin pembakaran internal ke baterai perlu disertai kesiapan produk, servis, suku cadang, pengisian daya, serta pengelolaan energi agar dapat menunjang operasional armada.

Tag: Forland, kendaraan komersial listrik, elektrifikasi armada, MAS Group, infrastruktur pengisian daya