Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

IRGC Klaim Dua Tanker Terbakar dan Drone AS Dicegat di Hormuz

2026-11-07 06:30 WIB · aindari · 👁 559 dibaca

Iran menyatakan dua kapal tanker terkena ranjau di Selat Hormuz, sementara pesawat nirawak MQ-1 milik Amerika Serikat berhasil dicegat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dua kapal tanker terbakar setelah menabrak ranjau ketika hendak melintasi Selat Hormuz. Insiden itu disebut terjadi pada Jumat, 6 November. Menurut IRGC, ledakan membuat kapal-kapal tersebut terbakar dan tidak dapat melanjutkan pelayaran.

IRGC menuduh kedua kapal mematikan perangkat navigasi serta sistem identifikasinya. Iran juga menyebut kapal-kapal itu mendapat dukungan militer Amerika Serikat dan berusaha meninggalkan kawasan melalui jalur yang dianggap tidak sah atau dilarang. Klaim tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi IRGC, tanpa keterangan lebih lanjut mengenai nama kapal, lokasi tepat kejadian, atau jumlah korban.

Dalam perkembangan lain, IRGC mengumumkan pencegatan pesawat nirawak MQ-1 milik AS. Militer Iran mengklaim tindakan itu menggagalkan kegiatan intelijen Amerika Serikat di sekitar Pulau Qeshm, wilayah selatan Iran. Materi tersebut tidak memuat keterangan dari pihak AS mengenai tuduhan maupun insiden drone itu.

Ketegangan di kawasan tersebut berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari, termasuk sasaran di Teheran. Iran kemudian melakukan aksi balasan. Walau intensitas konflik sempat menurun, perselisihan antara Washington dan Teheran belum terselesaikan sehingga kemungkinan munculnya kembali permusuhan tetap ada.

Selat Hormuz menjadi titik penting dalam konflik karena berfungsi sebagai jalur utama pengiriman minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair ke berbagai negara. Eskalasi antara Iran dan AS disebut nyaris menghentikan pelayaran melalui perairan itu. Gangguan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi global dan mendorong sentimen kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara.

Iran sebelumnya menyatakan Selat Hormuz dapat dibuka dalam dua hari apabila Amerika Serikat memenuhi tuntutan Teheran. Irak juga mengusulkan pembentukan misi diplomatik regional untuk menjembatani Iran dan AS. Di tengah ketegangan itu, Iran turut mengklaim telah melumpuhkan drone MQ-9 AS di Selat Hormuz. Klaim-klaim tersebut menambah risiko keamanan bagi pelayaran dan dapat memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi, meski dampak akhirnya bergantung pada perkembangan konflik serta kelancaran lalu lintas kapal.

Tag: Iran, Selat Hormuz, Amerika Serikat, kapal tanker, konflik Timur Tengah