Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Organisasi Palestina Laporkan Wabah Kudis di Penjara Israel

2026-11-09 00:30 WIB · aindari · 👁 990 dibaca

Palestinian Prisoner Society menyebut sekitar 80 persen tahanan Palestina, termasuk anak-anak, mengalami kudis akibat kepadatan, kekurangan pakaian, dan minimnya layanan medis.

Sekitar 80 persen warga Palestina yang ditahan di penjara Israel dilaporkan menderita kudis, termasuk anak-anak. Palestinian Prisoner Society menyampaikan laporan itu pada Minggu (8/11), berdasarkan keterangan tahanan serta mantan tahanan yang telah dibebaskan. Organisasi tersebut menyebut tim hukumnya menemui puluhan tahanan sepanjang Oktober hingga awal November 2026.

Menurut organisasi itu, kepadatan ekstrem dan kekurangan pakaian mempercepat penyebaran penyakit. Para tahanan juga disebut tidak memperoleh pengobatan yang memadai. Palestinian Prisoner Society mengatakan kesaksian yang dikumpulkan menggambarkan dugaan pola penyiksaan, pembiaran kelaparan, serta pengabaian kebutuhan medis di sejumlah penjara Israel.

Para tahanan melaporkan penggerebekan oleh unit khusus Dinas Penjara Israel. Dalam sejumlah kejadian, petugas disebut membawa anjing, menggunakan peluru berlapis karet, serta menembakkan senjata yang tidak dikenali tahanan. Beberapa orang mengaku mengalami luka bakar dan kehilangan kemampuan bergerak sementara. Laporan lain menyebut gigi patah, tulang rusuk retak, dan memar akibat pemukulan. Penggerebekan disebut berlangsung dengan intensitas berbeda, tetapi beberapa blok dilaporkan diserbu setiap dua atau tiga hari.

Kesaksian dari Penjara Negev di Israel selatan disebut mencerminkan kondisi di fasilitas lain. Seorang tahanan berinisial AB mengaku mengalami putus tendon pada tangan saat penggerebekan dan harus menjalani operasi. Di Blok 24, petugas dilaporkan mengambil kasur dan memukuli tahanan pada 28 Oktober. Tahanan berinisial MK mengatakan beberapa giginya patah, sedangkan MS menyebut pengambilan kasur memaksa tahanan duduk di lantai atau ranjang besi tanpa alas. Kondisi itu dinilai makin berat bagi tahanan sakit dan lanjut usia.

Tahanan lain mengatakan akses ke halaman bergantung pada keputusan petugas dan sebagian penghuni harus tidur di lantai karena sel terlalu penuh. Di Blok 25, NY menggambarkan ketakutan menjelang apel atau kegiatan yang disebut pemeriksaan keamanan, yang menurutnya kerap berujung penggerebekan dan pemukulan. DH melaporkan serbuan besar di Blok 24 pada 28 Oktober, termasuk penggunaan gas dan peluru karet yang melukai tiga tahanan.

Di Penjara Damon, Israel utara, para perempuan Palestina juga melaporkan kelaparan, penggeledahan, perlakuan buruk, serta pembatasan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan. Mereka mengaku mengalami kejang, benjolan kulit, serta gatal parah hingga sulit tidur. Pihak penjara disebut menyatakan gejala itu sebagai alergi dan menyangkal adanya kudis, sementara pemeriksaan setelah pembebasan beberapa perempuan memastikan penyakit tersebut.

Palestinian Prisoner Society mendesak organisasi hak asasi manusia internasional mengambil tindakan. Organisasi itu memperkirakan lebih dari 9.300 warga Palestina berada di penjara Israel, termasuk sekitar 90 perempuan. Seluruh kesaksian tersebut disampaikan dengan penggunaan inisial untuk melindungi identitas tahanan.

Tag: Palestina, Israel, penjara, kudis, hak asasi manusia