Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Nobar Final Piala Dunia di Banyumas dan Cilacap Dorong Aktivitas UMKM

2026-07-20 06:10 WIB · aindari · 👁 654 dibaca

Kegiatan nonton bareng Final Piala Dunia 2026 di 12 lokasi disebut menjadi ruang hiburan warga sekaligus peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha kecil.

Kegiatan nonton bareng Final Piala Dunia 2026 di Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, ikut menggerakkan aktivitas ekonomi kecil di sekitar lokasi acara. Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menyebut agenda tersebut tidak hanya menjadi sarana menikmati pertandingan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah untuk memperoleh tambahan pemasukan dari keramaian warga.

Legislator yang akrab disapa Erma itu menjelaskan, kegiatan bertajuk “Bola Gembira Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026” digelar di total 12 titik. Tiga lokasi berasal dari program bersama TVRI, sedangkan sekitar sembilan titik lain ditambahkan bersama timnya. Salah satu lokasi penyelenggaraan berada di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, pada Senin dini hari.

Menurut Erma, penyebaran lokasi nobar di sejumlah daerah pemilihan dimaksudkan agar lebih banyak masyarakat dapat menyaksikan laga final antara Spanyol dan Argentina. Ia menilai sepak bola menjadi medium yang mampu mempertemukan warga lintas usia dan gender dalam suasana bersama, sekaligus menumbuhkan nilai sportivitas.

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan di berbagai titik melibatkan beragam pelaku usaha lokal. Pedagang angkringan, penjual mi ayam, wedang ronde, hingga pelaku ekonomi kreatif yang mengisi hiburan disebut mendapat kesempatan memanfaatkan peningkatan kunjungan masyarakat. Aktivitas turunan lain, seperti jasa parkir untuk kendaraan penonton, juga dinilai ikut merasakan dampak dari acara tersebut.

Erma mengatakan kegiatan ini merupakan kerja sama Komisi VII DPR RI dengan TVRI sebagai pemegang hak siar. Agenda tersebut juga didukung Radio Republik Indonesia dan Perum LKBN ANTARA sebagai mitra publikasi. Selain menayangkan pertandingan, panitia menghadirkan hiburan musik serta beragam hadiah untuk membuat suasana nobar lebih meriah.

Salah satu pelaku UMKM, Diram, yang berjualan angkringan di sekitar lokasi acara, menyampaikan bahwa keramaian nobar berdampak positif terhadap usahanya. Pada malam biasa, omzetnya berada di kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. Saat kegiatan berlangsung, penjualannya meningkat hingga sekitar Rp500 ribu.

Diram berharap acara serupa dapat lebih sering digelar dengan tetap melibatkan pedagang kecil setempat. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari kegiatan hiburan masyarakat dapat langsung dirasakan pelaku UMKM, terutama mereka yang mengandalkan penjualan malam hari di sekitar pusat keramaian.

Tag: UMKM, Piala Dunia 2026, Banyumas, Cilacap, Ekonomi Lokal