Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Di Forum Vladivostok, Prabowo Tawarkan Indonesia sebagai Jembatan Eurasia ke Pasar ASEAN

2026-09-03 17:01 WIB · aindari · 👁 590 dibaca

Presiden Prabowo mempromosikan Indonesia sebagai gerbang strategis bagi negara-negara anggota EAEU untuk mengakses 680 juta konsumen Asia Tenggara melalui perjanjian perdagangan bebas yang sudah ditandatangani akhir 2025.

Presiden Prabowo Subianto tampil di panggung Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, dengan membawa tawaran strategis: Indonesia siap menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha Eurasia menuju kawasan Asia Tenggara. Dalam pidatonya, ia menegaskan posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN sekaligus anggota aktif Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Prabowo menyebut Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) sebagai instrumen utama yang akan membuka akses lima negara anggota EAEU — Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia — ke pasar ASEAN yang berpenduduk sekitar 680 juta jiwa. Perjanjian itu sendiri telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025, mencakup penghapusan atau penurunan bea masuk terhadap 11.882 pos tarif, setara 90 persen dari total barang yang diperdagangkan.

Di sisi Indonesia, proses ratifikasi telah berjalan. Parlemen sudah memberikan persetujuan, dan pada Juli 2026 pemerintah menandatangani peraturan presiden terkait ratifikasi tersebut. Prabowo mendorong negara-negara EAEU yang belum memulai proses serupa agar segera bergerak agar implementasi perjanjian tidak tertunda dari jadwal yang ditetapkan.

Dalam forum itu, Prabowo juga merinci sejumlah komoditas dan sektor yang diunggulkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar Eurasia, antara lain kelapa sawit, kopi, hasil perikanan, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, serta tenaga kerja berusia muda. Kombinasi sumber daya alam dan demografi ini, menurut Prabowo, menjadikan Indonesia mitra yang relevan bagi negara-negara Eurasia.

Prabowo mengakui kawasan Asia Tenggara tidak selalu bebas dari ketegangan, namun menekankan bahwa seluruh anggota ASEAN memahami pentingnya menciptakan kesejahteraan melalui dialog dan kerja sama, bukan konfrontasi. Ia mengundang Rusia dan anggota EAEU lainnya untuk turut memperluas stabilitas kawasan dengan mempererat hubungan antara Eurasia dan Asia Tenggara.

Presiden menegaskan harapannya agar forum ini tidak sekadar menjadi ajang pernyataan politik, melainkan benar-benar berfungsi sebagai pasar nyata dari perjanjian yang telah disepakati. Ia menyatakan ingin agar ketika jadwal penurunan tarif mulai berlaku, jalur perdagangan, rute pengiriman, dan kontrak bisnis sudah siap berjalan.

Tag: I-EAEU FTA, ASEAN, perdagangan bebas, Prabowo, Eurasia