Nobar Final Piala Dunia Jadi Ajang Penggerak Ekonomi UMKM di Trenggalek
2026-07-20 17:03 WIB · aindari · 👁 730 dibaca

Ratusan voucher makan dibagikan kepada warga yang hadir menyaksikan laga final Argentina vs Spanyol di Pelataran Pasar Pon, sehingga pedagang kecil turut merasakan dampak ekonomi dari keramaian tersebut.
Momentum final Piala Dunia FIFA 2026 dimanfaatkan sebagai pengungkit aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Trenggalek, Jawa Timur. Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menginisiasi acara nonton bareng di Pelataran Pasar Pon Trenggalek pada Senin dini hari, dengan menyisipkan program pemberdayaan ekonomi lokal di sela-sela pertandingan final antara Argentina dan Spanyol.
Dalam acara tersebut, ratusan voucher makan dibagikan kepada warga yang hadir. Voucher itu bisa ditukarkan langsung di lapak-lapak UMKM yang berjualan di sekitar lokasi nobar. Selain voucher, panitia juga membagikan bibit pohon serta doorprize kepada penonton. Strategi ini dirancang agar setiap keramaian yang tercipta tidak sekadar menjadi ajang hiburan, melainkan juga menghasilkan perputaran uang yang menguntungkan pedagang kecil setempat.
Novita menegaskan bahwa olahraga memiliki daya untuk menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, momen besar seperti final Piala Dunia seharusnya dioptimalkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa setiap keramaian yang diciptakan perlu membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
Legislator tersebut juga menyampaikan apresiasi terhadap TVRI yang menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis. Ia menilai akses hiburan yang merata tanpa harus berlangganan televisi berbayar merupakan bentuk pelayanan publik yang layak mendapat penghargaan. Dengan siaran gratis ini, seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati pesta sepak bola dunia tanpa hambatan biaya.
Dampak positif acara tersebut dirasakan langsung oleh warga setempat. Kabul, seorang warga Trenggalek berusia 60 tahun, mengungkapkan bahwa kegiatan nobar membuat kawasan Pasar Pon menjadi ramai sehingga para pedagang turut menikmati lonjakan pembeli. Ia menganggap acara semacam ini bermanfaat ganda — menghibur warga sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi pasar.
Kegiatan serupa tidak hanya digelar di Trenggalek. Novita juga memfasilitasi nobar di beberapa daerah lain dalam wilayah pemilihan Jawa Timur VII, yakni Pacitan, Magetan, dan Ponorogo. Ia berharap pemanfaatan ruang publik untuk acara komunal seperti ini dapat terus dilanjutkan sebagai sarana mempererat interaksi sosial dan mendukung pelaku UMKM lokal secara berkelanjutan.
Sebagai catatan, Novita secara pribadi menyatakan optimistis bahwa Argentina mampu mempertahankan gelar juaranya, meskipun ia mengakui Spanyol datang sebagai lawan yang sangat tangguh sehingga laga final diprediksi berlangsung ketat dan menarik.
Tag: UMKM Trenggalek, Piala Dunia 2026, nobar, ekonomi lokal, Novita Hardini