Bensin di AS Tembus 4 Dolar per Galon Seiring Memburuknya Ketegangan dengan Iran
2026-07-21 06:03 WIB · aindari · 👁 939 dibaca

Harga rata-rata bensin jenis Regular di Amerika Serikat kembali melonjak melewati 4 dolar AS per galon, didorong oleh kenaikan harga minyak global dan eskalasi konflik AS-Iran.
Harga bahan bakar di Amerika Serikat kembali merangkak naik. Per Senin ini, rata-rata harga bensin jenis Regular — varian paling banyak digunakan konsumen AS — tercatat di angka 4,003 dolar AS per galon, setara sekitar Rp71.961 dengan kurs 1 dolar AS senilai Rp17.977. Kenaikan ini menghapus penurunan singkat yang sempat terjadi pada pertengahan Juni lalu, ketika harga bensin turun ke level 3,9 dolar AS per galon untuk pertama kalinya sejak Maret.
Penurunan harga pada Juni itu bertepatan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah AS dan Iran pada 18 Juni, yang bertujuan menyelesaikan konflik bilateral yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama. Sejak 8 Juli, Washington kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Iran menuding AS telah melanggar gencatan senjata, dan pada 9 Juli, Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut sudah tidak berlaku lagi.
Eskalasi konflik ini menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global, yang pada gilirannya turut menekan harga bahan bakar di pasar domestik AS. Tren kenaikan harga minyak dunia dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah menciptakan sentimen negatif bagi stabilitas pasokan energi.
Berdasarkan data statistik bahan bakar yang dilaporkan RIA Novosti, disparitas harga bensin antarwilayah di AS cukup mencolok. California mencatat harga tertinggi, yakni 5,4 dolar AS per galon atau sekitar Rp97.075. Dua negara bagian lain, Washington dan Hawaii, juga mematok harga di atas 5 dolar AS per galon. Di sisi lain, sejumlah negara bagian seperti Florida, Colorado, Virginia, Delaware, dan New Mexico masih menikmati harga di bawah ambang 4 dolar AS per galon.
Harga bensin paling murah saat ini ditemukan di Ohio, di mana konsumen hanya perlu membayar 3,8 dolar AS atau sekitar Rp68.312 per galon. Selisih antara harga tertinggi di California dan terendah di Ohio mencapai 1,6 dolar AS per galon, mencerminkan perbedaan signifikan yang dipengaruhi oleh pajak daerah, biaya distribusi, serta kebijakan energi masing-masing negara bagian.
Dengan konflik AS-Iran yang kembali memanas dan belum ada tanda-tanda de-eskalasi, risiko kenaikan harga bahan bakar lebih lanjut tetap membayangi konsumen Amerika. Situasi ini berpotensi membebani daya beli masyarakat dan menambah tekanan inflasi di tengah kondisi ekonomi yang sudah menghadapi berbagai tantangan.
Tag: harga bensin AS, konflik AS-Iran, harga minyak global, energi, inflasi