Astronaut Shenzhou-23 Jalani Uji Psikologis dan Emosional demi Persiapan Misi Antariksa Berdurasi Panjang
2026-07-21 06:09 WIB · aindari · 👁 480 dibaca

Awak stasiun antariksa Tiangong menyelesaikan serangkaian eksperimen perilaku dan kedokteran antariksa sebagai bagian dari lebih dari 100 proyek sains yang tengah berjalan di orbit.
Badan Antariksa Berawak China (CMSA) mengumumkan pada Senin (20/7) bahwa tiga astronaut misi Shenzhou-23 telah menuntaskan serangkaian evaluasi terkait pengambilan keputusan dalam kondisi darurat serta pengujian respons emosional. Eksperimen ini dirancang untuk memahami dampak penerbangan antariksa berdurasi panjang terhadap perilaku manusia, sebuah aspek krusial seiring ambisi eksplorasi ruang angkasa dalam China yang terus berkembang.
Ketiga awak, yang di antaranya terdapat seorang astronaut perempuan asal Daerah Administratif Khusus Hong Kong, telah menghuni stasiun antariksa Tiangong selama hampir dua bulan sejak peluncuran wahana Shenzhou-23 pada 24 Mei lalu. Yang menjadikan misi ini istimewa adalah rencana salah satu anggota kru untuk menetap di orbit selama satu tahun penuh — durasi yang jauh melampaui misi-misi sebelumnya ke Tiangong yang umumnya berlangsung sekitar enam bulan.
Dalam rekaman video mingguan yang dipublikasikan CMSA pada Minggu (19/7), para astronaut tampak menggunakan sensor dan headset realitas virtual untuk memantau aktivitas gelombang otak mereka. Pemantauan semacam ini menjadi bagian dari program riset manusia di lingkungan antariksa pertama yang dijalankan China, dengan tujuan mengumpulkan data komprehensif tentang efek jangka panjang kehidupan di luar angkasa terhadap tubuh dan pikiran manusia.
Eksperimen perilaku dan kedokteran antariksa tersebut hanyalah sebagian kecil dari lebih dari 100 proyek sains dan aplikasi yang sedang berlangsung di stasiun Tiangong. Para awak juga telah memasang perangkat penelitian paparan radiasi biologis serta kamera eksternal pada salah satu modul laboratorium. Selain itu, mereka melakukan pengujian terhadap berbagai instrumen pengukuran yang dibawa sebagai muatan misi.
Satu agenda penting lainnya adalah pengujian baterai penyimpan energi jenis baru di orbit. CMSA menyatakan bahwa hasil dari uji coba ini diharapkan dapat menunjang pemutakhiran stasiun antariksa pada masa mendatang, memperkuat infrastruktur yang akan menopang misi-misi berikutnya.
Perpanjangan durasi misi menjadi kebutuhan strategis bagi program antariksa China. Dengan target eksplorasi antariksa dalam yang semakin konkret, misi berdurasi panjang diprediksi akan makin sering dilaksanakan. Konsekuensinya, tuntutan terhadap ketahanan fisik dan mental para astronaut pun meningkat drastis. Data yang dikumpulkan dari misi Shenzhou-23, khususnya dari astronaut yang akan menjalani satu tahun penuh di orbit, akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan misi-misi ambisius China di masa depan.
Tag: Shenzhou-23, stasiun antariksa Tiangong, CMSA, kedokteran antariksa, eksplorasi antariksa dalam