Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Teleskop Antariksa Roman Meluncur, Misi Senilai Rp70 Triliun untuk Mengungkap Misteri Alam Semesta

2026-08-31 17:12 WIB · aindari · 👁 628 dibaca

NASA meluncurkan Teleskop Luar Angkasa Roman senilai 4,3 miliar dolar AS, sebuah observatorium canggih yang dinamai dari seorang astronom perempuan dan dirancang untuk menjawab pertanyaan terbesar tentang kosmos.

NASA kini memiliki mata baru di luar angkasa. Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman — atau dikenal singkat sebagai Teleskop Roman — berhasil diluncurkan menggunakan roket SpaceX dan kini tengah melaju secara mandiri menuju orbit L2, titik gravitasi stabil yang berjarak sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi.

Nama teleskop ini bukan dipilih sembarangan. Nancy Grace Roman adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah astronomi Amerika Serikat, seorang perempuan yang mengabdikan kariernya di NASA dan dikenal sebagai "Ibu Hubble" karena perannya dalam mewujudkan Teleskop Luar Angkasa Hubble. Penamaan teleskop senilai 4,3 miliar dolar AS ini merupakan bentuk penghormatan NASA atas kontribusi besar para astronom perempuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan antariksa.

Dengan anggaran sebesar itu, Roman bukan sekadar proyek prestisius — ia dirancang untuk menjadi salah satu instrumen paling ambisius yang pernah dikirim ke luar angkasa. Misi utamanya mencakup penelusuran misteri-misteri terbesar alam semesta, termasuk sifat energi gelap dan materi gelap yang hingga kini belum sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan.

Salah satu kemampuan Roman yang paling menarik perhatian adalah potensinya untuk mendeteksi planet-planet mirip Bumi di wilayah paling timur Galaksi Bima Sakti. Jika berhasil, ini akan membuka babak baru dalam pencarian eksoplanet dan memperluas pemahaman manusia tentang seberapa umum planet seperti Bumi tersebar di galaksi kita.

Setelah lepas dari roket peluncur, teleskop ini mulai menempuh perjalanan mandiri menuju orbit L2 — titik yang sama dengan lokasi Teleskop James Webb. Posisi ini dipilih karena menawarkan lingkungan yang stabil dan minim gangguan cahaya dari Matahari, Bumi, maupun Bulan, sehingga ideal untuk pengamatan astronomi jarak jauh yang membutuhkan presisi tinggi.

Kehadiran Roman melengkapi armada observatorium luar angkasa NASA yang sudah ada, sekaligus menandai era baru eksplorasi kosmik. Para ilmuwan berharap data yang dikumpulkan Roman dalam beberapa tahun ke depan akan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan fundamental yang selama ini hanya bisa dijawab secara parsial oleh teleskop-teleskop sebelumnya.

Tag: NASA, Teleskop Roman, astronomi, luar angkasa, eksoplanet