Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Diturunkan Seiring Pelemahan Harga Minyak Dunia
2026-07-21 06:11 WIB · aindari · 👁 642 dibaca

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penurunan harga BBM nonsubsidi menyusul tren pelemahan harga minyak mentah global.
Pemerintah membuka peluang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis nonsubsidi ke bawah apabila harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren penurunan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut usai melakukan perhitungan awal terhadap dampak pergerakan harga minyak global terhadap harga BBM dalam negeri.
Bahlil mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera mengadakan pertemuan dengan PT Pertamina (Persero) dan sejumlah badan usaha penyedia BBM lainnya. Pertemuan tersebut bertujuan membahas secara teknis kemungkinan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi kepada konsumen. Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin.
Meski demikian, Menteri ESDM menekankan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) maupun harga minyak di pasar internasional dinilai masih mengalami fluktuasi. Kondisi ini membuat pemerintah perlu bersikap cermat sebelum menetapkan kebijakan harga.
Bahlil juga menegaskan pentingnya keseimbangan dalam merumuskan kebijakan harga BBM nonsubsidi. Di satu sisi, pemerintah tidak ingin membebani masyarakat pengguna BBM nonsubsidi yang jumlahnya mencapai sekitar 20 persen dari total konsumen BBM nasional. Kelompok ini merupakan masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi. Di sisi lain, kebijakan yang diambil juga tidak boleh merugikan pelaku usaha di sektor industri minyak dan gas bumi.
Di luar pembahasan harga BBM, Bahlil menyampaikan bahwa ia telah memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan beberapa negara mitra. Dari hasil kerja sama tersebut, pasokan energi nasional dinyatakan dalam kondisi aman hingga penghujung tahun ini.
Terkait BBM bersubsidi, Bahlil memberikan jaminan bahwa tidak akan ada kenaikan harga sama sekali. Pernyataan ini menjadi sinyal positif bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini bergantung pada BBM jenis subsidi untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, potensi penyesuaian harga hanya berlaku untuk BBM kategori nonsubsidi yang dikonsumsi oleh segmen masyarakat dengan daya beli lebih tinggi.
Tag: BBM nonsubsidi, harga minyak dunia, Bahlil Lahadalia, Pertamina, kebijakan energi