Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Otomotif

Zoox Tarik 105 Robotaxi Usai Kendaraan Otonom Gagal Kenali Asap Kebakaran

2026-07-21 17:03 WIB · aindari · 👁 320 dibaca

Seluruh armada robotaxi Zoox ditarik menyusul insiden Juni 2026 ketika satu unit memasuki area kebakaran berasap tebal tanpa mampu mendeteksi situasi darurat secara mandiri.

Zoox, anak perusahaan Amazon yang bergerak di bidang kendaraan otonom, menarik kembali 105 unit robotaxi dari operasional setelah terungkap adanya kelemahan perangkat lunak dalam mengenali asap tebal di lokasi kebakaran. Penarikan ini mencakup seluruh kendaraan yang menjalankan perangkat lunak versi yang dipasang antara 23 April hingga 15 Juli 2026, berdasarkan dokumen yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Pemicu langsung penarikan ini adalah insiden pada 20 Juni 2026. Satu unit robotaxi tanpa penumpang memasuki kawasan yang diselimuti asap tebal dari lokasi kebakaran yang belum dipasangi kerucut pembatas. Kendaraan tersebut sempat melakukan pengereman mendadak dan berupaya berbelok sebelum akhirnya mundur dan keluar dari lokasi atas arahan operator jarak jauh. Setelah kendaraan pergi, petugas pemadam kebakaran menutup dua dari tiga lajur jalan menggunakan kerucut pembatas. Zoox menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, dan penyelidikan internal tidak menemukan kejadian serupa sebelumnya.

Menurut Zoox, jarak pandang yang terbatas akibat asap tebal berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus mengganggu kerja petugas tanggap darurat di lapangan. Perusahaan menilai risiko semacam itu tidak dapat dibiarkan terulang. Sebagai respons, Zoox memilih memperbarui perangkat lunak — bukan mengganti komponen fisik — untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam mendeteksi dan merespons kondisi asap tebal, termasuk yang berasal dari kebakaran kendaraan listrik. Pembaruan tersebut telah diterapkan ke seluruh armada pada 15 Juli 2026. Selama menunggu pembaruan selesai, perusahaan juga memberlakukan langkah operasional sementara agar kendaraan tidak memasuki lokasi kebakaran yang masih aktif.

Peristiwa ini terjadi di tengah tekanan yang meningkat dari regulator federal terhadap industri kendaraan otonom. Kepala Penasihat Hukum NHTSA, Jonathan Morrison, pekan lalu mengirim surat kepada para pengembang robotaxi dan menyoroti apa yang ia sebut sebagai pola berulang: kendaraan tanpa pengemudi kerap mengganggu operasi petugas tanggap darurat. NHTSA mencatat sejumlah insiden di mana robotaxi menghalangi ambulans dan mobil pemadam kebakaran, atau gagal mengenali lampu darurat, suar jalan, asap, api, maupun kerucut pembatas lalu lintas.

Kasus Zoox menambah daftar panjang tantangan teknis yang dihadapi industri kendaraan otonom, khususnya dalam menangani skenario darurat yang tidak terstruktur. Kemampuan sistem untuk membaca situasi di luar kondisi normal — seperti kebakaran aktif atau hambatan mendadak — menjadi salah satu tolok ukur kesiapan teknologi ini untuk beroperasi secara luas di jalan umum.

Tag: robotaxi, Zoox, Amazon, kendaraan otonom, NHTSA