Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Indonesia Siap Terbitkan Panda Bond Senilai 1 Miliar Dolar AS pada Juli 2026

2026-07-21 17:05 WIB · aindari · 👁 945 dibaca

Pemerintah Indonesia menjadwalkan penerbitan surat utang berdenominasi renminbi pertamanya pada 23 Juli 2026 dengan nilai emisi perdana sebesar 1 miliar dolar AS.

Indonesia akan memasuki pasar obligasi China dengan menerbitkan Panda Bond — surat utang berdenominasi renminbi — pada 23 Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa.

Untuk tahap awal, pemerintah membatasi nilai emisi di angka 1 miliar dolar AS. Purbaya menyebut pembatasan itu bukan karena minimnya minat pasar, melainkan sebagai langkah kehati-hatian dalam menjajaki pasar yang sepenuhnya baru bagi Indonesia. Jika kebutuhan pembiayaan menuntut, pemerintah membuka opsi penerbitan lanjutan dengan nilai lebih besar dalam beberapa bulan setelahnya.

Dalam struktur penerbitan ini, Bank of China (BOC) ditunjuk sebagai lead underwriter sekaligus lead bookrunner. Empat institusi lain — Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), CITIC, China International Capital Corporation (CICC), dan DBS Bank China — berperan sebagai joint lead underwriters dan joint bookrunners. Sementara Agricultural Bank of China (ABC), China Construction Bank (CCB), dan CEXIM mengisi posisi co-managers.

Dari sisi pemeringkatan, lembaga asal China, China Lianhe Rating Co., Ltd., telah memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil kepada instrumen ini sejak 1 Juli 2026. Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah faktor fundamental ekonomi Indonesia, antara lain pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5 persen sejak 2022 dan diproyeksikan berlanjut hingga 2026–2027.

Purbaya juga menyebut bahwa lembaga pemeringkat itu mempertimbangkan posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, solidnya fondasi makroekonomi, serta ketahanan terhadap tekanan eksternal. Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto yang berada di sekitar 40 persen turut menjadi poin positif, karena dinilai masih tergolong rendah dibanding banyak negara lain.

Selain itu, profil utang luar negeri Indonesia yang relatif terkendali dan kapasitas pembayaran yang didukung cadangan devisa memadai ikut memperkuat kepercayaan investor terhadap instrumen baru ini. Penerbitan Panda Bond menandai upaya pemerintah mendiversifikasi sumber pembiayaan ke pasar modal China, sekaligus memperluas basis investor di luar pasar konvensional yang selama ini didominasi obligasi berdenominasi dolar AS dan euro.

Tag: Panda Bond, Purbaya Yudhi Sadewa, surat utang, renminbi, pembiayaan negara