Warung Tutup Paksa Akibat Proyek Saluran Air, Pedagang Joglo Tuntut Kompensasi Harian
2026-07-22 06:13 WIB · aindari · 👁 792 dibaca

Penggalian saluran air oleh Dinas SDA Jakarta Barat di Jalan Muchtar memutus akses pembeli ke sejumlah warung, mendorong pedagang meminta ganti rugi harian.
Seorang pedagang warung di Jalan Muchtar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat bernama Rusyanto terpaksa menutup usahanya sejak Minggu, 19 Juli, setelah proyek penggalian saluran air di depan tokonya memutus akses pelanggan. Ia kini menuntut kompensasi dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) atas kerugian yang dialaminya selama proyek berlangsung.
Menurut Rusyanto, galian yang menghadang Jalan Muchtar hanya menyisakan jembatan darurat dari kayu untuk pejalan kaki, sehingga kendaraan tidak bisa berhenti di depan warungnya. Kondisi itu membuat omzet anjlok hingga nol dan memaksanya menutup usaha sepenuhnya. Pedagang lain di sekitar lokasi bahkan sudah lebih dulu tutup seiring penggalian yang dilakukan secara bertahap dari Jalan Joglo Raya.
Rusyanto mengusulkan agar Dinas SDA memberikan kompensasi harian kepada para pedagang terdampak, setidaknya sekitar Rp50 ribu per hari per warung, sebagai pengganti pendapatan yang hilang selama proyek berjalan. Ia memperkirakan warungnya baru bisa beroperasi kembali setelah lebih dari sepekan, ketika saluran sudah dirapikan dan ditutup kembali.
Meski mengakui pentingnya proyek ini untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut, Rusyanto menyesalkan minimnya informasi teknis yang disampaikan sebelum pekerjaan dimulai. Pihak RT memang telah memberitahu warga soal rencana perbaikan saluran sekitar tiga minggu sebelumnya, namun mekanisme dan dampak operasional proyek tidak dijelaskan secara rinci, sehingga para pedagang tidak sempat bersiap.
Di luar kerugian usaha, Rusyanto juga mengeluhkan kemacetan yang memburuk di jalur tersebut. Jalan Muchtar yang sudah padat karena menyempit dari Jalan Joglo Raya kini makin tersendat akibat aktivitas galian. Ia menyebut ada rencana penutupan jalan yang diumumkan, namun hingga kini belum diberlakukan.
Dari sisi pemerintah, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat Mustajab membenarkan bahwa proyek revitalisasi saluran air ini mencakup ruas sepanjang sekitar 800 meter, membentang dari perbatasan Kelurahan Petukangan Utara, Jakarta Selatan, hingga Kelurahan Joglo, Jakarta Barat. Pekerjaan meliputi pelebaran saluran yang sudah ada dan pemasangan gorong-gorong kotak atau box culvert. Proyek dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai 5 Juli hingga Oktober 2026, sebagai upaya menangani banjir yang selama ini kerap melanda kawasan itu.
Tag: Dinas SDA Jakarta Barat, revitalisasi saluran air, pedagang terdampak, kompensasi, banjir Jakarta