Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Hari Kedelapan Pencarian KM Nurul Salsa, 16 Korban Masih Hilang di Perairan Sabalana

2026-07-22 17:04 WIB · aindari · 👁 693 dibaca

Tim SAR gabungan memperluas operasi pencarian hingga perairan NTB setelah analisis arus laut menunjukkan kemungkinan korban hanyut ke arah timur.

Operasi pencarian 16 korban tenggelamnya KM Nurul Salsa memasuki hari kedelapan, dengan tim SAR gabungan memusatkan penyisiran di kawasan Kepulauan Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Penentuan area ini didasarkan pada analisis arus laut dan evaluasi operasi sebelumnya yang memperkirakan wilayah tersebut sebagai jalur pergerakan para korban.

Operasi dibagi ke dalam dua sektor. Tim pertama menggunakan kapal KN SAR Pacitan bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir bagian timur kepulauan, termasuk pulau-pulau tak berpenghuni di kawasan itu. Sementara tim kedua bergerak di sisi barat menggunakan KLM Mattoangin. Kepala Seksi dan Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan pola operasi terus disesuaikan agar pencarian tetap efektif di tengah kondisi lapangan yang berubah.

Dari total 78 orang yang berada di atas kapal saat kejadian, sebanyak 59 orang berhasil selamat dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Dua jenazah yang ditemukan mengapung sehari sebelumnya kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara, di ruangan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes). Satu jenazah telah diidentifikasi sebagai penumpang KM Nurul Salsa, sedangkan satu lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk memastikan kaitannya dengan kapal tersebut.

Gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana menjadi kendala utama operasi. Kondisi ini memaksa personel dan kapal bergerak lebih hati-hati, meski Andi Sultan menegaskan intensitas pencarian tidak dikurangi. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, dan pola operasi di lapangan terus disesuaikan agar pencarian berjalan aman sekaligus efektif.

Merespons hasil analisis arus laut terbaru, tim SAR juga mulai memantau perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai area perluasan pencarian. Terdapat indikasi objek hanyut bergerak ke arah wilayah tersebut, sehingga koordinasi dengan seluruh unsur SAR terkait di jalur perairan menuju NTB pun diintensifkan. Basarnas Makassar juga mengimbau nelayan yang beroperasi di sekitar Kepulauan Sabalana hingga perbatasan NTB untuk segera melaporkan ke Posko SAR apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau benda yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa.

KM Nurul Salsa tenggelam pada Rabu, 15 Juli, setelah mengalami gangguan mesin dalam perjalanan dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar. Kapal dilaporkan mengalami masalah di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari pelabuhan tujuan, sebelum akhirnya karam. Evaluasi operasi pencarian dijadwalkan dilakukan setiap hari berdasarkan perkembangan lapangan, kondisi cuaca, dan data arus laut terkini.

Tag: KM Nurul Salsa, SAR Makassar, Kepulauan Sabalana, kapal tenggelam, Pangkep