Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

AS Siapkan Gelombang Tarif Baru, Indonesia Masuk Daftar Negara Terdampak

2026-07-23 06:03 WIB · aindari · 👁 873 dibaca

Amerika Serikat berencana memberlakukan tarif impor baru terhadap puluhan negara, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari eskalasi kebijakan perdagangan era Trump.

Pemerintahan Donald Trump kembali mengambil langkah agresif dalam kebijakan perdagangannya dengan menyiapkan tarif impor baru yang menyasar sekitar 60 negara sekaligus. Indonesia disebut masuk dalam daftar negara yang berpotensi terkena dampak putaran terbaru perang dagang ini.

Besaran tarif yang direncanakan berkisar antara 10 hingga 12,5 persen untuk negara-negara dalam daftar tersebut. Kebijakan ini menandai kelanjutan pendekatan proteksionis Washington yang sejak awal masa jabatan kedua Trump telah menempatkan sejumlah mitra dagang dalam posisi tidak menentu.

Brasil menjadi salah satu negara yang mendapat perlakuan lebih keras. AS dikabarkan mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk komoditas tertentu asal Brasil, angka yang jauh melampaui tarif umum yang direncanakan untuk negara-negara lain dalam daftar 60 negara itu. Di sisi lain, Washington juga menyoroti sistem pembayaran digital Pix milik Brasil yang dinilai mengancam dominasi jaringan kartu Visa dan Mastercard di pasar tersebut.

Di pasar keuangan, kebijakan tarif berlapis dari AS ini berpotensi memicu volatilitas nilai tukar di berbagai negara. Lembaga keuangan MUFG menilai arah kebijakan perdagangan Amerika akan menjadi salah satu faktor pembentuk utama pergerakan pasar valuta asing ke depan. Bagi Indonesia, tekanan pada nilai tukar rupiah menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai apabila eskalasi ini terus berlanjut.

Bagi Indonesia, ancaman tarif baru ini bukan yang pertama. Sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia sebelumnya telah merasakan tekanan akibat kebijakan perdagangan AS. Masuknya Indonesia kembali dalam radar kebijakan tarif Trump menambah ketidakpastian bagi para eksportir yang selama ini mengandalkan pasar Amerika sebagai tujuan utama.

Eskalasi perang dagang yang melibatkan puluhan negara secara bersamaan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam tatanan perdagangan global. Para analis memperingatkan bahwa langkah AS dapat memicu respons balasan dari negara-negara terdampak, yang pada akhirnya berpotensi memperlambat arus perdagangan internasional secara keseluruhan.

Pemerintah Indonesia hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana tarif terbaru ini. Namun tekanan dari kebijakan perdagangan AS yang semakin meluas menjadi sinyal bahwa ruang negosiasi dan diplomasi ekonomi akan semakin krusial bagi Jakarta dalam waktu dekat.

Tag: Perang Dagang, Tarif Impor, Trump, Ekspor Indonesia, Ekonomi Global