Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak, IHSG Tergelincir 0,30 Persen

2026-07-23 17:07 WIB · aindari · 👁 1,3rb dibaca

IHSG ditutup melemah ke level 6.315,31 setelah investor bersikap defensif menyusul lonjakan harga minyak mentah global akibat eskalasi konflik AS-Iran.

Bursa saham Indonesia mengakhiri perdagangan Kamis dengan catatan negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 19,17 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.315,31, sementara indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan terkoreksi lebih dalam, yakni 0,86 persen ke level 627,12.

Pemicu utama pelemahan ini adalah kenaikan harga minyak mentah global yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan terakhir, dipicu oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak jenis WTI melampaui 89 dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent menembus 97 dolar AS per barel. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dan beralih ke strategi perdagangan jangka pendek.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak yang berlanjut mendorong investor untuk lebih selektif. Di sisi lain, lonjakan harga komoditas energi dan emas sempat menopang IHSG pada sesi pertama, bahkan membawa indeks ke zona hijau dan menyentuh level tertinggi harian. Namun tekanan berbalik di sesi kedua, dan IHSG akhirnya terperosok ke zona merah hingga penutupan.

Secara sektoral, pergerakan pasar terbilang beragam. Enam sektor mencatat penguatan, dengan sektor properti memimpin kenaikan sebesar 3,20 persen, disusul sektor energi dan barang konsumen primer yang masing-masing naik 1,59 persen dan 1,54 persen. Sebaliknya, lima sektor melemah — sektor barang konsumen non-primer turun paling dalam 1,08 persen, diikuti sektor keuangan dan industri yang masing-masing terkoreksi 1,00 persen dan 0,94 persen.

Volume perdagangan hari ini tercatat cukup ramai. Transaksi mencapai 3,148 juta kali dengan total 59,77 miliar lembar saham berpindah tangan senilai Rp23,88 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 343 saham menguat, 309 melemah, dan 313 stagnan. Saham FUTR, MPRO, ENAK, ZATA, dan ALKA masuk daftar penguatan terbesar, sedangkan SWID, HOPE, LUCK, WMUU, dan FORU mencatat pelemahan terdalam.

Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa regional Asia justru bergerak positif. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin dengan kenaikan 4,40 persen, diikuti Hang Seng Hong Kong yang naik 1,28 persen. Nikkei Jepang dan Shanghai masing-masing menguat 0,39 persen dan 0,25 persen, sementara Strait Times Singapura menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,32 persen.

Untuk perdagangan Jumat, Ratna memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah, seiring kemungkinan aksi ambil untung menjelang akhir pekan. Jika IHSG menembus ke bawah level MA5 di sekitar 6.279, indeks berpotensi menguji zona support berikutnya di kisaran 6.200–6.250.

Tag: IHSG, harga minyak, Timur Tengah, bursa saham, pasar modal