Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Sumur Baru di Muara Enim Sumbang 2.068 Barel Minyak Per Hari untuk Pertamina EP Prabumulih

2026-07-23 17:13 WIB · aindari · 👁 964 dibaca

Pengeboran sumur infill kelima di Struktur Lembak berhasil menambah kapasitas produksi minyak dan gas Pertamina EP Prabumulih Field.

PT Pertamina EP Prabumulih Field mencatat tambahan potensi produksi minyak sebesar 2.068 barel per hari (BOPD) dari hasil pengeboran Sumur LBK-031 di Struktur Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Selain minyak, sumur tersebut juga menghasilkan gas sebesar 2,68 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) berdasarkan uji alir awal yang dilakukan pada 29 Juni 2026.

Proses pengeboran berlangsung selama 52 hari, dimulai sejak 9 Mei 2026. Sumur LBK-031 berlokasi di bagian timur laut Kota Prabumulih dan merupakan sumur infill pengembangan kelima di Struktur Lembak, setelah sebelumnya tim Subsurface and Development Planning (SSDP) Zona 4 menemukan sumur interfield LKT-01. Posisi sumur ini berada di antara Struktur Lembak dan Tapus.

General Manager Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4, Djudjuwanto, menyebut keberhasilan ini membuktikan bahwa lapangan tua atau mature field masih menyimpan potensi yang layak dikembangkan lebih lanjut. Kunci keberhasilan pengeboran kali ini adalah penerapan metode High Resolution Stratigraphic Mapping, yakni teknik pemetaan lapisan batuan bawah permukaan secara lebih rinci guna mengidentifikasi potensi hidrokarbon pada endapan syn-rift di atas batuan dasar. Pendekatan ini memungkinkan penentuan titik pengeboran yang lebih presisi sehingga peluang keberhasilan meningkat.

Sebelum LBK-031, Pertamina EP Prabumulih Field juga sukses mengembangkan Sumur LBK-030 yang mencatat potensi produksi awal lebih besar, yakni 3.073 BOPD dan gas 1,64 MMSCFD. Adapun pengeboran berikutnya, Sumur LKT-023, direncanakan bergulir pada kuartal ketiga 2026.

Dari sisi keselamatan kerja, pengeboran Sumur LBK-031 diselesaikan tanpa insiden, dengan penerapan standar kesehatan, keselamatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan (HSSE) serta prinsip operational excellence.

Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengatakan perusahaan akan terus menjalankan sejumlah strategi untuk mempertahankan tingkat produksi, antara lain melalui optimasi sumur, perawatan sumur terjadwal, dan pemantauan performa produksi secara berkelanjutan. Langkah-langkah ini ditujukan untuk menekan laju penurunan produksi alamiah seminimal mungkin, sekaligus menjaga agar capaian produksi migas tetap stabil atau bahkan meningkat ke depannya.

Tag: Pertamina EP, produksi minyak, Muara Enim, sumur infill, energi