Smelter Tembaga Amman Rampung, Mampu Olah 900 Ribu Ton Konsentrat per Tahun
2026-07-25 17:13 WIB · aindari · 👁 944 dibaca

PT Amman Mineral Internasional Tbk menuntaskan pembangunan smelter tembaga berskala besar yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional untuk mendorong hilirisasi mineral dalam negeri.
Pembangunan smelter tembaga milik PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) telah selesai sepenuhnya dan memasuki fase operasi jangka panjang. Fasilitas pengolahan yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini memiliki kapasitas pemrosesan hingga 900 ribu metrik ton konsentrat per tahun, menjadikannya salah satu infrastruktur kunci dalam agenda hilirisasi mineral Indonesia.
Penyelesaian proyek ini ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) antara Amman dan mitra strategisnya, China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC). Penandatanganan dilakukan di kantor pusat NFC di Beijing, China. Dokumen PAC tersebut mengonfirmasi bahwa seluruh pekerjaan konstruksi telah rampung dan semua item punch list terkait komisioning dalam ruang lingkup kontrak telah diselesaikan.
Presiden Direktur Amman, Arief Sidarto, menyatakan bahwa selesainya smelter ini merupakan buah dari kerja keras, ketangguhan, serta kolaborasi erat antara seluruh karyawan dan mitra perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pembangunan dan komisioning. Meski smelter tersebut sudah beroperasi lebih dari satu tahun, pencapaian PAC menegaskan bahwa fasilitas ini telah melewati seluruh uji jaminan kinerja (performance guarantee test) sesuai persyaratan kontrak.
Arief menambahkan bahwa keberhasilan ini mencerminkan komitmen Amman terhadap program hilirisasi nasional. Ia juga menyampaikan harapan agar ekosistem kebijakan yang mendukung daya saing industri pengolahan dan pertambangan domestik terus diperkuat, sehingga Indonesia dapat memaksimalkan manfaat hilirisasi sekaligus tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi global.
Smelter tembaga Amman dirancang sebagai kompleks terintegrasi yang mengolah konsentrat dari tambang Batu Hijau, dan di masa mendatang juga dari tambang Elang. Fasilitas ini tidak hanya memproduksi katoda tembaga berkualitas tinggi, tetapi juga menghasilkan emas, perak, asam sulfat, dan selenium. Produk-produk tersebut merupakan bahan penting bagi berbagai sektor industri yang menopang pertumbuhan ekonomi serta mendukung transisi energi global.
Dengan beroperasinya smelter ini secara penuh, kapasitas pengolahan mineral dalam negeri bertambah signifikan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pengolahan bahan mentah di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah ekspor komoditas mineral Indonesia.
Tag: smelter tembaga, Amman Mineral, hilirisasi, Proyek Strategis Nasional, pertambangan