Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

IHSG Tertekan Tajam: Sentimen Tarif Dagang dan Arus Modal Asing Jadi Sorotan

2026-07-26 06:01 WIB · aindari · 👁 573 dibaca

Indeks Harga Saham Gabungan mengalami pelemahan signifikan dengan penurunan mencapai 1,75 persen di tengah tekanan dari kebijakan tarif baru Amerika Serikat dan keluarnya dana investor asing.

Bursa saham Indonesia mencatat tekanan berat pada perdagangan hari ini. IHSG merosot sebesar 1,75 persen, mencerminkan sentimen negatif yang menyelimuti pasar modal domestik. Dua faktor utama disebut menjadi pemicu pelemahan tersebut, yakni kebijakan tarif baru yang diumumkan pemerintahan Donald Trump serta arus keluar modal asing atau outflow yang cukup deras.

Kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat menjadi salah satu tekanan terbesar bagi pasar. Langkah proteksionis Washington ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar global, termasuk Indonesia. Ketidakpastian dampak tarif terhadap rantai perdagangan internasional berpotensi menekan kinerja emiten-emiten yang bergantung pada ekspor dan impor, sehingga investor cenderung mengambil sikap hati-hati.

Faktor kedua yang turut membebani IHSG adalah keluarnya dana investor asing dari pasar saham domestik. Outflow ini mengindikasikan bahwa investor global tengah melakukan penyesuaian portofolio, kemungkinan besar sebagai respons terhadap dinamika geopolitik dan perdagangan yang sedang berlangsung. Tekanan jual dari pihak asing secara langsung memperbesar volume pelemahan indeks.

Di tengah koreksi tajam ini, sejumlah analis menilai bahwa pelemahan yang terjadi masih dalam kategori koreksi wajar. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi tekanan lanjutan apabila sentimen negatif dari kebijakan tarif terus berlanjut dan arus modal asing belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan.

Dari sisi risiko makroekonomi, lonjakan harga minyak yang berkepanjangan juga masih menjadi ancaman terhadap stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi dan membebani neraca perdagangan, yang pada akhirnya berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar keuangan domestik.

Di sisi lain, tim analis tetap melihat peluang pada sejumlah saham tertentu. Beberapa nama seperti INDF, HMSP, dan ITMG masih mendapat rekomendasi dari kalangan analis sebagai pilihan di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Saham-saham tersebut dinilai memiliki fundamental yang relatif kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek.

Secara keseluruhan, pelaku pasar dihadapkan pada situasi yang menuntut kehati-hatian ekstra. Kombinasi antara kebijakan tarif dagang, arus modal asing yang keluar, serta risiko harga minyak menciptakan lanskap yang penuh ketidakpastian bagi IHSG dalam jangka pendek.

Tag: IHSG, tarif dagang Trump, outflow asing, harga minyak, pasar saham Indonesia