Stasiun Kereta Api Kini Dilengkapi Ratusan Titik Air Minum Gratis demi Tekan Sampah Plastik
2026-07-26 17:08 WIB · aindari · 👁 757 dibaca

KAI memasang 124 unit water station di 58 stasiun yang berpotensi mengurangi hampir tiga juta botol plastik sekali pakai dalam enam bulan pertama 2026.
Kebiasaan membawa botol minum sendiri saat bepergian naik kereta api kini makin dimudahkan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyediakan 124 unit fasilitas pengisian air minum gratis — disebut water station — yang tersebar di 58 stasiun dan mencakup 70 area pelayanan di seluruh Indonesia. Fasilitas ini bisa digunakan siapa saja tanpa biaya, cukup dengan membawa tumbler atau botol minum pribadi.
Penyediaan fasilitas tersebut sejalan dengan lonjakan jumlah penumpang kereta api. Sepanjang semester pertama 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal mencatat 29,86 juta pelanggan, naik 8,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 27,46 juta pelanggan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa peningkatan mobilitas sebesar itu perlu diimbangi dengan fasilitas yang menyentuh kebutuhan dasar penumpang, termasuk akses mudah terhadap air minum selama perjalanan.
Dari sisi lingkungan, dampaknya cukup signifikan secara potensial. KAI memperkirakan, jika 10 persen saja dari total penumpang semester pertama 2026 memanfaatkan water station satu kali, penggunaan botol plastik sekali pakai bisa berkurang sekitar 2,99 juta botol berukuran 600 mililiter. Volume air yang berpotensi diisi ulang dalam skenario itu mencapai sekitar 1,79 juta liter. Anne menekankan bahwa angka tersebut merupakan estimasi konservatif berdasarkan asumsi tingkat pemanfaatan, bukan data realisasi pemakaian yang sudah tercatat.
Penempatan unit water station disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kesibukan masing-masing stasiun. Stasiun Gambir dan Pasarsenen di Jakarta, misalnya, masing-masing memiliki delapan unit yang ditempatkan di empat area berbeda. Stasiun Malang dilengkapi enam unit pada tiga area, sementara Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasarturi masing-masing memiliki lima unit. Fasilitas serupa juga tersedia di stasiun-stasiun lain seperti Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solo Balapan, Medan, Kertapati, hingga Tanjungkarang.
Soal keamanan air, KAI menjamin kualitasnya telah teruji. Pengujian dilakukan di Water Quality Laboratory yang dikelola Coway International Indonesia bersama Institut Teknologi Bandung, mengacu pada standar baku mutu air minum. Hasilnya, air dari water station memenuhi seluruh 20 parameter yang diuji, meliputi aspek mikrobiologi seperti E. coli dan bakteri coliform, parameter fisik seperti kekeruhan dan suhu, serta sejumlah parameter kimia. Perawatan dan pengujian berkala juga dilakukan untuk menjaga higienitas.
Anne menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk melayani beragam kebutuhan penumpang — mulai dari orang tua yang perlu mengisi botol minum anak, penumpang lanjut usia yang membutuhkan air untuk minum obat, hingga pekerja dan pelajar yang menempuh perjalanan panjang. KAI mengimbau penumpang untuk mengambil air secukupnya, menjaga kebersihan area water station, dan membiasakan diri membawa wadah minum sendiri agar manfaat pengurangan sampah plastik bisa dirasakan secara kolektif.
Tag: KAI, water station, pengurangan plastik, stasiun kereta api, gaya hidup ramah lingkungan