Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

PNM Tanam 22.000 Mangrove di 18 Titik Pesisir, Gabungkan Pelestarian Lingkungan dengan Pemberdayaan Ekonomi

2026-07-27 06:13 WIB · aindari · 👁 869 dibaca

PNM memperluas program penanaman mangrove sebagai strategi ganda: melindungi ekosistem pesisir sekaligus menjaga kelangsungan usaha nasabah yang bergantung pada laut.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memanfaatkan momentum Hari Mangrove Sedunia untuk menggelar penanaman 22.000 pohon mangrove secara serentak di 18 titik kawasan pesisir Indonesia. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, masyarakat umum, dan nasabah binaan PNM.

Angka tersebut merupakan bagian dari program yang lebih besar. Sejak 2024 dan direncanakan berlanjut hingga 2026, PNM telah menanam total 196.700 pohon mangrove yang tersebar di 58 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Program ini berjalan di bawah inisiatif PNM Green Impact, yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai komponen integral dari misi pemberdayaan usaha mikro.

Bagi PNM, urgensi program ini tidak semata soal ekologi. Banyak nasabah lembaga pembiayaan milik negara ini menjalankan usaha yang secara langsung bergantung pada kondisi ekosistem pesisir — mulai dari perikanan tangkap, budidaya hasil laut, perdagangan, hingga usaha kuliner berbahan baku hasil nelayan. Ketika abrasi atau kerusakan lingkungan menggerus kawasan pesisir, dampaknya merambat langsung ke kelangsungan usaha dan pendapatan keluarga.

Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa konsep pemberdayaan yang diusung lembaganya melampaui sekadar akses modal. Menurutnya, menanam mangrove berarti menanam perlindungan bagi lingkungan, keberlanjutan usaha, dan harapan bagi ribuan keluarga pesisir — termasuk untuk generasi yang akan datang.

Secara ekologis, mangrove memiliki fungsi berlapis: menahan abrasi pantai, meredam intrusi air laut dan gelombang ekstrem, menyediakan habitat bagi biota laut, serta menyerap karbon dalam jumlah signifikan. Fungsi-fungsi ini secara tidak langsung menopang produktivitas perikanan dan menjaga kualitas lingkungan tempat masyarakat pesisir mencari nafkah.

Di sisi ekonomi, ekosistem mangrove yang sehat juga membuka peluang usaha baru. PNM menyebut sejumlah potensi yang bisa dikembangkan masyarakat, antara lain pembibitan mangrove, ekowisata berbasis alam, budidaya perikanan ramah lingkungan, serta pengolahan produk bernilai tambah dari hasil pesisir. Diversifikasi ini diharapkan memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan komunitas di kawasan pesisir.

Melalui pendekatan ini, PNM memosisikan diri bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, melainkan sebagai mitra pembangunan yang menjadikan kelestarian lingkungan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.

Tag: PNM, mangrove, ekonomi pesisir, pemberdayaan UMKM, lingkungan hidup