Perry Warjiyo Mundur dari Kursi Gubernur BI, Destry Damayanti Ambil Alih Sementara
2026-07-28 06:01 WIB · aindari · 👁 598 dibaca

Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia telah resmi diterima pemerintah, dengan Destry Damayanti ditunjuk menjalankan tugas sementara di tengah proses pencarian pengganti.
Pemerintah Indonesia secara resmi menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Setelah kepergiannya, roda operasional bank sentral untuk sementara dijalankan oleh Destry Damayanti selaku Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pengunduran diri Perry menandai berakhirnya masa kepemimpinannya di lembaga yang menjadi penjaga stabilitas moneter Indonesia itu. Selama menjabat, Perry dikenal atas berbagai kebijakan yang diarahkan untuk menjaga nilai tukar rupiah dan mengelola tekanan inflasi, meski tantangan global kerap mewarnai masa tugasnya.
Di tengah transisi ini, Presiden Prabowo Subianto disebut telah menggelar rapat bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk membahas kandidat pengganti Perry. Namun, proses resmi pengisian jabatan tersebut berpotensi tidak berjalan mulus dalam waktu dekat. Fit and proper test calon Gubernur BI di Dewan Perwakilan Rakyat diperkirakan bisa molor lantaran DPR tengah memasuki masa reses.
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan pesan kepada pelaku pasar agar tidak panik menyikapi pergantian pimpinan ini. Pernyataan tersebut mencerminkan upaya otoritas untuk meredam potensi gejolak sentimen di pasar keuangan, mengingat ketidakpastian kepemimpinan di bank sentral kerap menjadi perhatian investor dan pelaku pasar valuta asing.
Dari sisi risiko, transisi kepemimpinan yang berlangsung tanpa kepastian jadwal pengganti definitif dapat memunculkan kekhawatiran pasar terhadap konsistensi arah kebijakan moneter ke depan. Nilai tukar rupiah dan pergerakan pasar obligasi berpotensi sensitif terhadap perkembangan proses ini, meski belum ada indikasi perubahan kebijakan mendasar dalam jangka pendek.
Proses penunjukan Gubernur BI yang baru akan melibatkan serangkaian tahapan formal, mulai dari seleksi kandidat oleh pemerintah hingga uji kelayakan di parlemen. Dengan jadwal reses DPR yang menghalangi percepatan proses tersebut, masa transisi di bawah kepemimpinan sementara Destry kemungkinan akan berlangsung lebih panjang dari yang diharapkan.
Bank Indonesia sebagai institusi dinilai memiliki struktur tata kelola yang cukup untuk menjaga kesinambungan kebijakan selama masa peralihan. Namun, pasar dan publik tetap menantikan kejelasan siapa figur yang akan mengisi posisi strategis tersebut dan membawa arah kebijakan moneter Indonesia ke depan.
Tag: Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Destry Damayanti, Gubernur BI, Kebijakan Moneter