Pohon di Sekitar Rumah Terbukti Kurangi Risiko Depresi pada Lansia
2026-07-28 06:10 WIB · aindari · 👁 740 dibaca

Studi Australia selama 12 tahun menemukan kanopi pohon yang lebih luas di lingkungan tempat tinggal berkaitan dengan gejala depresi yang lebih rendah pada warga usia 70–90 tahun.
Keberadaan pepohonan di sekitar tempat tinggal bukan sekadar soal estetika. Sebuah penelitian jangka panjang di Australia mengungkap bahwa lansia yang tinggal di kawasan dengan tutupan kanopi pohon lebih rapat cenderung mengalami lebih sedikit gejala depresi dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan minim vegetasi.
Penelitian ini dipimpin oleh Center for Healthy Brain Ageing (CHeBA) dari Universitas New South Wales, bekerja sama dengan Australian Catholic University. Selama hingga 12 tahun, tim peneliti memantau lebih dari 1.000 warga lanjut usia berusia antara 70 hingga 90 tahun. Hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders dan diumumkan pada Senin, 27 Juli.
Para peneliti tidak hanya mengamati keberadaan pohon, tetapi juga mengevaluasi sejumlah karakteristik lingkungan lain, seperti luas area taman, kedekatan dengan perairan terbuka seperti laut, sungai, dan danau, akses ke fasilitas umum, serta tingkat polusi udara. Dari seluruh variabel tersebut, hanya kanopi pohon yang secara konsisten menunjukkan kaitan dengan penurunan gejala depresi dalam jangka panjang.
Faktor-faktor lingkungan lain seperti ruang hijau berupa taman, ruang biru, kemudahan akses layanan, maupun paparan polusi udara rendah tidak menunjukkan dampak yang konsisten terhadap kondisi mental lansia setelah seluruh variabel lingkungan diperhitungkan bersama-sama.
Temuan ini relevan mengingat depresi merupakan masalah kesehatan yang cukup umum di kalangan lansia. Studi tersebut menyebut bahwa hampir satu dari lima orang dewasa berusia di atas 60 tahun di seluruh dunia mengalami kondisi ini. Dengan populasi lansia global yang terus bertumbuh, intervensi berbasis lingkungan menjadi salah satu pendekatan yang patut dipertimbangkan.
CHeBA menyatakan bahwa temuan ini menyoroti peran potensial perencanaan perkotaan dalam mendukung penuaan yang sehat dan kesejahteraan mental. Artinya, kebijakan tata kota seperti penghijauan kawasan permukiman bisa menjadi bagian dari strategi kesehatan masyarakat, khususnya untuk kelompok usia lanjut.
Meski demikian, studi ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung antara keberadaan pohon dan penurunan depresi. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mekanisme di balik kaitan tersebut.
Tag: depresi lansia, kesehatan mental, lingkungan hijau, perencanaan kota, penuaan sehat