Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Lebih dari 5.000 Balita Stunting di Jakarta Pusat, Pemkot Gerakkan Kolaborasi Multisektor

2026-07-28 17:12 WIB · aindari · 👁 508 dibaca

Data Dashboard Carik Jakarta 2025 mencatat 5.122 balita stunting di Jakarta Pusat, mendorong pemerintah kota membangun sinergi lintas sektor demi intervensi yang lebih tepat sasaran.

Angka stunting di Jakarta Pusat masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan Dashboard Carik Jakarta 2025, dari total 18.558 balita yang tercatat, sebanyak 5.122 di antaranya mengalami stunting. Di samping itu, hampir 5.000 keluarga — tepatnya 4.959 keluarga — teridentifikasi berisiko mengalami kondisi serupa dan menjadi sasaran program intervensi yang sedang berjalan.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendorong pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan. Sekretaris Kota Jakarta Pusat Denny Ramdany menegaskan bahwa stunting bukan semata soal pertumbuhan fisik anak yang terhambat, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh — mencakup aspek kesehatan, kecerdasan, produktivitas, hingga daya saing bangsa di masa depan.

Menurut Denny, penanganan stunting yang efektif mensyaratkan keterlibatan semua unsur secara terpadu. Setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan perlu memiliki peran yang jelas, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi — baik untuk intervensi spesifik maupun sensitif. Ia juga merinci sejumlah langkah konkret yang perlu diperkuat, antara lain perluasan akses air bersih dan sanitasi, penguatan ketahanan pangan keluarga, edukasi pengasuhan anak, perlindungan sosial, pemberdayaan keluarga, serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

Di lapangan, Pemkot Jakarta Pusat telah mengerahkan 44 Tim Pendamping Keluarga yang bertugas mendampingi ibu hamil, calon pengantin, ibu pascapersalinan, bayi, dan balita di seluruh kelurahan. Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Pusat Novia Silmiati menyebut data stunting yang ada seharusnya menjadi pengingat kolektif bahwa komitmen dan koordinasi antarinstansi harus terus diperkuat agar setiap program benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.

Novia juga menekankan pentingnya penguatan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan secara berkelanjutan, yang mencakup pendampingan keluarga, pemenuhan gizi, dan edukasi pengasuhan. Sementara itu, Denny meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting Jakarta Pusat untuk terus menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala di lapangan, dan menyusun langkah strategis yang terukur. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Jakarta Pusat mampu berkontribusi nyata dalam pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting, sekaligus menyiapkan generasi yang sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Tag: stunting, Jakarta Pusat, kesehatan anak, intervensi gizi, 1000 hari pertama kehidupan