Pemerintah Dorong Standarisasi Kompetensi demi Esports Indonesia Bersaing di Kancah Global
2026-07-29 17:14 WIB · aindari · 👁 603 dibaca

Kementerian Ekraf gandeng IESPA dan platform Garudaku untuk membangun ekosistem esports nasional yang lebih profesional lewat sertifikasi dan pembinaan terstruktur.
Industri esports Indonesia dinilai menyimpan potensi besar, namun pertumbuhannya harus diimbangi dengan penguatan standar kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing di level internasional. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan resmi yang dirilis Rabu.
Menurut Irene, membangun ekosistem esports yang sehat mensyaratkan keterlibatan banyak pihak — mulai dari komunitas, publisher, hingga pemerintah — untuk duduk bersama memahami tantangan yang ada. Tanpa fondasi ekosistem yang solid, peluang tampil di panggung internasional akan sulit diraih.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ekraf menjalin kerja sama dengan Perkumpulan Olahraga Elektronik Indonesia (IESPA) untuk membina dan mengembangkan ekosistem esports nasional. Salah satu instrumennya adalah sertifikasi melalui platform resmi Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), yakni Garudaku. Program ini menyasar beragam profesi dalam ekosistem esports, termasuk wasit, pelatih, caster, dan penyelenggara turnamen. Irene menekankan bahwa sertifikasi harus berfungsi nyata dalam menyehatkan ekosistem, bukan sekadar syarat administratif untuk mendapatkan pekerjaan. Ia juga menegaskan perlunya mengubah cara pandang publik bahwa profesi di dunia esports adalah pekerjaan yang sah dan serius.
Dari sisi platform, Chief Operating Officer Garudaku Robertus Aditya mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan program pembinaan yang menjangkau jalur talenta sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi. Garudaku telah bermitra dengan 13 universitas di Indonesia untuk menyediakan beasiswa bagi pemenang Liga Pelajar, sekaligus mendorong esports masuk ke ranah ekstrakurikuler agar siswa memperoleh bekal yang relevan untuk masa depan mereka.
Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza menambahkan bahwa penguatan SDM menjadi prioritas utama organisasi. Ia menekankan pentingnya pembinaan terstruktur yang menjangkau seluruh profesi dalam ekosistem, serta memastikan standar kompetensi dapat diterapkan secara merata di berbagai daerah, bukan hanya di pusat.
Kolaborasi antara Kementerian Ekraf, IESPA, dan Garudaku ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya ekosistem esports yang lebih profesional dan inklusif. Dalam jangka panjang, sinergi ini ditargetkan mempercepat lahirnya talenta kreatif dari seluruh penjuru Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi subsektor gim sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Tag: esports, ekonomi kreatif, sertifikasi, IESPA, Garudaku