Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

OJK Ungkap Faktor Global di Balik Keluarnya Dana Asing dari Bursa Saham Indonesia

2026-07-30 06:02 WIB · aindari · 👁 943 dibaca

Otoritas Jasa Keuangan menyebut ketegangan geopolitik dan kebijakan suku bunga global sebagai pendorong utama aksi jual investor asing yang telah melampaui Rp 5 triliun.

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia terus berlanjut seiring aksi jual bersih investor asing yang kini telah menembus angka di atas Rp 5 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun angkat bicara mengenai faktor-faktor yang mendorong keluarnya aliran dana asing dari bursa domestik.

Menurut OJK, dua variabel utama yang memengaruhi pergerakan dana asing adalah situasi geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga di tingkat internasional. Kedua faktor ini bersifat eksternal dan tidak sepenuhnya berada dalam kendali otoritas maupun pelaku pasar dalam negeri, sehingga tekanan jual dari investor asing sulit dihindari dalam jangka pendek.

Kondisi ini tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di zona merah. Di tengah tekanan tersebut, saham BUMI tercatat masuk dalam daftar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Meski demikian, di saat indeks melemah, sejumlah investor asing justru tercatat melakukan pembelian selektif pada 10 saham tertentu, menunjukkan bahwa tidak semua dana asing bergerak searah keluar dari pasar Indonesia.

Net sell asing yang signifikan ini berpotensi menambah tekanan pada nilai tukar rupiah dan memperberat laju pemulihan indeks saham domestik. Sentimen negatif dari pasar global, termasuk ketidakpastian arah suku bunga bank sentral negara-negara maju, membuat investor institusional asing cenderung mengalihkan portofolio ke aset yang dianggap lebih aman atau ke pasar yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif.

Di sisi lain, dinamika geopolitik yang belum mereda turut memperkeruh selera risiko investor global. Ketika ketidakpastian meningkat, pasar berkembang seperti Indonesia kerap menjadi sasaran pengurangan eksposur oleh manajer investasi asing, terlepas dari kondisi fundamental ekonomi domestik yang relatif stabil.

Para analis pun mulai menerbitkan rekomendasi saham sebagai respons atas situasi ini, mengingat tekanan jual asing yang berkelanjutan membuka peluang bagi investor domestik untuk mencermati saham-saham yang harganya terkoreksi. Investor lokal, baik ritel maupun institusional, diharapkan dapat menjadi penyangga pasar di tengah derasnya arus keluar dana asing.

OJK hingga kini terus memantau perkembangan aliran modal asing dan dinamika pasar keuangan global. Otoritas menegaskan bahwa faktor geopolitik serta kebijakan moneter internasional akan tetap menjadi variabel kunci yang perlu dicermati dalam menilai arah pergerakan investasi asing di pasar modal Indonesia ke depan.

Tag: OJK, investor asing, IHSG, net sell, suku bunga global