Ketegangan Iran-AS dan Bayangan Hawkish The Fed Tekan Rupiah ke Rp18.099
2026-07-29 10:01 WIB · aindari · 👁 774 dibaca

Rupiah melemah tipis pada Rabu pagi, tertekan oleh eskalasi militer di Timur Tengah dan antisipasi pasar terhadap sikap ketat bank sentral AS.
Rupiah membuka perdagangan Rabu dengan pelemahan tipis, berada di level Rp18.099 per dolar AS atau turun 16 poin (0,09 persen) dari penutupan sehari sebelumnya di Rp18.083. Pergerakan ini terjadi di tengah sejumlah tekanan eksternal yang datang bersamaan.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut salah satu pemicu utama pelemahan adalah laporan serangan militer Iran terhadap pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi pada Selasa (28/7) bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah posisi pasukan AS di wilayah tersebut. Sebelumnya, media lokal melaporkan rudal diarahkan ke pangkalan militer AS di Yordania.
Ketegangan antara Washington dan Teheran memang tengah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Rangkaian aksi-reaksi militer antara kedua pihak telah berlangsung, dengan AS melancarkan serangan terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan penargetan fasilitas dan aset militer AS di negara-negara kawasan Teluk. Situasi ini mendorong harga minyak mentah kembali melonjak, yang pada gilirannya menambah tekanan pada mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Di luar faktor geopolitik, pasar juga mencermati rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Meski suku bunga diperkirakan tidak berubah, Lukman menilai pasar mewaspadai kemungkinan pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed. Kekhawatiran itu berpangkal pada harga minyak dunia yang kembali naik dan berpotensi mendorong inflasi AS lebih tinggi, sehingga memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Kondisi ini dinilai turut membebani rupiah.
Dari sisi domestik, sentimen juga cenderung negatif menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Ketidakpastian kepemimpinan di otoritas moneter dalam negeri menambah lapisan risiko yang harus dicerna pelaku pasar.
Mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS sepanjang hari ini. Pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah serta nada komunikasi yang disampaikan The Fed usai rapat FOMC.
Tag: rupiah, dolar AS, Iran, The Fed, FOMC