Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hiburan

Panggung Jazz Ubud 2026 Buka Peluang Musisi Muda Dunia Tampil Internasional

2026-07-31 06:04 WIB · aindari · 👁 688 dibaca

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 tidak hanya mempertemukan nama-nama besar, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi musisi jazz muda dari berbagai negara.

Ubud kembali bersiap menjadi panggung jazz bertaraf internasional. Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Agustus di STHALA Ubud, A Tribute Portfolio Hotel, Gianyar, Bali. Memasuki penyelenggaraan keempat kalinya di venue tersebut, festival ini membawa semangat yang lebih luas: menjadi ruang bagi negara-negara dunia untuk memperkenalkan musisi jazz muda mereka ke panggung global.

Co-Founder SUVJF Yuri Mahatma mengungkapkan bahwa salah satu hal paling mencolok dari penyelenggaraan tahun ini adalah kuatnya komitmen berbagai negara dalam mendukung musisinya — bukan hanya yang sudah terkenal, tetapi juga talenta yang masih merintis karier. Sejumlah musisi internasional hadir berkat dukungan institusi budaya negara masing-masing. Jade & Paperstock, misalnya, datang atas dukungan Pemerintah Belanda, sementara Watchdog hadir melalui dukungan dari Prancis. Simon Trpčeski pun disebut mendapat dukungan serupa dari negaranya.

Deretan penampil internasional lainnya mencakup H ZETTRIO, trio asal Jepang yang dikenal dengan permainan piano memukau dan presisi ritmis tinggi. Ada pula musisi Italia Simone Prattico yang kali ini berkolaborasi dengan pianis jazz Indonesia Sri Hanuraga dan Kevin Yosua dalam format trio bertajuk Simone Prattico Java Collective — sebuah perpaduan antara pengaruh Mediterania, nuansa Jawa, dan improvisasi jazz kontemporer. Program festival juga mencakup beragam genre, mulai dari jazz kontemporer, straight-ahead jazz, tradisi big band, hingga kolaborasi lintas budaya.

Di sisi nasional, SUVJF 2026 secara khusus memberi ruang bagi musisi muda Indonesia melalui semangat yang mereka sebut preservation of jazzistry. Nama-nama seperti Rason Trio, JZKA Trio, LaDju, dan Michael Ananda Trio mendapat kesempatan tampil di panggung berstandar internasional. Yuri menyebut Rayson, gitaris berusia 14 tahun, serta anggota JZKA Trio yang masih remaja, sebagai contoh nyata bahwa Indonesia menyimpan prodigy musik yang luar biasa. Selain itu, Straight and Stretch Quartet serta Salamander Big Band — orkestra jazz independen tertua di Indonesia — turut meramaikan panggung.

Yuri berharap model dukungan yang diterapkan negara-negara lain terhadap musisi mereka bisa menjadi inspirasi bagi ekosistem musik Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki talenta yang tidak kalah dengan nama besar seperti Joey Alexander, dan panggung internasional adalah kunci agar mereka bisa tumbuh, berjejaring, serta menjadi duta budaya bangsa.

General Manager Sthala, a Tribute Portfolio Hotel Ubud Bali, Lasta Arimbawa, menyatakan bahwa nilai-nilai festival ini sejalan dengan semangat hotel dalam merayakan keberagaman budaya dan mendukung pelaku UMKM serta inisiatif kreatif lokal. Dengan latar alam Ubud yang khas, festival ini dirancang menghadirkan suasana intim sekaligus bermakna — mempertemukan musisi dan pecinta jazz dari berbagai penjuru dunia dalam satu apresiasi terhadap kreativitas dan bahasa universal musik.

Tag: Ubud Village Jazz Festival, musisi muda, jazz internasional, Bali, festival musik