Panduan Puasa Sunnah Agustus 2026: Dari Senin-Kamis hingga Ayyamul Bidh
2026-07-31 17:06 WIB · aindari · 👁 850 dibaca

Umat Islam punya banyak pilihan puasa sunnah sepanjang Agustus 2026, dengan jadwal lengkap yang bisa dijadikan panduan ibadah harian.
Agustus 2026 menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sunnah, khususnya puasa. Bulan ini bertepatan dengan peralihan bulan Safar menuju awal Rabiul Awal 1448 Hijriah, sehingga setidaknya ada tiga jenis puasa sunnah yang bisa dijalankan: puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan puasa Daud.
Puasa Senin-Kamis merupakan amalan yang rutin dikerjakan Rasulullah SAW semasa hidupnya. Sepanjang Agustus 2026, terdapat sembilan hari yang masuk jadwal puasa ini, yakni setiap Senin dan Kamis mulai 3 Agustus hingga 31 Agustus — mencakup tanggal 3, 6, 10, 13, 17, 20, 24, 27, dan 31 Agustus. Keutamaan berpuasa di hari Senin bahkan disebutkan langsung oleh Rasulullah dalam hadis riwayat Muslim: beliau menyebut Senin sebagai hari kelahirannya sekaligus hari turunnya wahyu pertama.
Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah — saat bulan purnama bersinar penuh. Pada Agustus 2026, tiga hari tersebut jatuh pada 24, 25, dan 26 Agustus, yang bertepatan dengan 13 hingga 15 Rabiul Awal 1448 H. Menariknya, tanggal 24 Agustus sekaligus masuk dalam jadwal puasa Senin-Kamis, sehingga keduanya bisa dijalankan bersamaan.
Pilihan ketiga adalah puasa Daud, yang polanya berbeda dari dua jenis puasa sebelumnya. Puasa ini dijalankan secara selang-seling: satu hari berpuasa, satu hari tidak, dan begitu seterusnya. Karena sifatnya yang berkelanjutan, pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Dalam ajaran Islam, puasa sunnah bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ibadah ini dipandang sebagai sarana melatih kesabaran, mempererat hubungan dengan Allah, sekaligus mendisiplinkan diri. Niat puasa sunnah pun relatif fleksibel — boleh diucapkan sejak malam hari atau selambatnya sebelum matahari tergelincir (waktu zawal), asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Bacaan niatnya: *Nawaitu shauma ghadin sunnatan lillāhi ta'ālā* (Aku berniat puasa sunnah esok hari karena Allah Ta'ala).
Satu hal yang perlu diperhatikan, penentuan tanggal Hijriah bisa berbeda tergantung metode perhitungan yang digunakan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengacu pada keputusan resmi lembaga keagamaan yang menjadi rujukan masing-masing agar pelaksanaan ibadah lebih tepat dan sesuai.
Tag: puasa sunnah, Ayyamul Bidh, puasa Senin Kamis, kalender Hijriah, ibadah Islam