Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

PHE ONWJ Selesaikan Pemasangan Tiga Pipa Bawah Laut 21 Kilometer Lebih Cepat dari Jadwal

2026-08-01 17:03 WIB · aindari · 👁 425 dibaca

Tiga jalur pipa penyalur bawah laut sepanjang 21,24 kilometer berhasil dirampungkan pada paruh pertama 2026, mengamankan aliran produksi migas sebesar 3.895 BOPD dan 6,9 MMSCFD.

Anak usaha Pertamina yang mengelola wilayah kerja lepas pantai barat laut Jawa, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), telah menyelesaikan pembangunan tiga jalur pipa penyalur bawah laut dengan total panjang 21,24 kilometer. Proyek ini merupakan bagian dari program Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP) yang bertujuan menjaga kelangsungan produksi minyak dan gas bumi dari wilayah operasi perusahaan.

Pengerjaan ketiga jalur pipa tersebut tuntas pada semester pertama 2026. General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menyatakan bahwa program PRRP merupakan langkah proaktif untuk menekan risiko gangguan operasional sekaligus memelihara integritas fasilitas pipa penyalur di dasar laut. Ia menekankan bahwa proyek ini bersifat strategis bagi keberlangsungan produksi migas perusahaan.

Tiga jalur yang telah selesai dibangun mencakup jalur UWJ-B1C yang menyambungkan aliran produksi dari area Uniform menuju Bravo, jalur EF-EA yang mengamankan distribusi di area Echo, serta jalur BG-BC yang berada di area Bravo. Dengan beroperasinya infrastruktur baru ini, PHE ONWJ mampu mengamankan aliran produksi migas sebesar 3.895 barel minyak per hari (BOPD) dan 6,9 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dari sumur-sumur yang terhubung.

Dari sisi pelaksanaan, proses instalasi lepas pantai berlangsung selama 169 hari terhitung sejak 31 Oktober 2025. Durasi ini sepuluh hari lebih cepat dibandingkan target awal yang ditetapkan. Selama pengerjaan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dan berhasil dijaga dengan baik, tercatat total jam kerja selamat mencapai 854.765 jam tanpa insiden.

Program PRRP belum sepenuhnya rampung. Pada paruh kedua 2026, masih tersisa satu jalur pipa lagi yang harus dikerjakan, yakni Pipeline BC-BPRO sepanjang 2,78 kilometer. Pengerjaan jalur ini dijadwalkan berlangsung pada kuartal keempat 2026. Selanjutnya pada 2027, tim proyek berencana melaksanakan pekerjaan reinstatement pipeline untuk jalur BF-BK-BPRO dan FK-FC demi terus memelihara keandalan jaringan pipa penyalur migas.

Muzwir menegaskan bahwa seluruh upaya ini mencerminkan komitmen PHE ONWJ dalam menopang ketahanan energi nasional. Keberhasilan mengamankan aliran produksi melalui ketiga jalur baru tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target produksi migas nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Tag: PHE ONWJ, pipa bawah laut, produksi migas, Pertamina, infrastruktur energi