Proyeksi Inflasi Juli 2026: Perlambatan ke 3,08 Persen Seiring Moderasi Harga Pangan
2026-08-02 17:08 WIB · aindari · 👁 877 dibaca

Bank Permata memproyeksikan inflasi tahunan Juli 2026 turun menjadi 3,08 persen, ditopang oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan bergejolak.
Laju inflasi Indonesia pada Juli 2026 diperkirakan mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Faisal Rachman, Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata, memproyeksikan angka inflasi tahunan turun dari 3,34 persen pada Juni 2026 menjadi 3,08 persen di bulan Juli. Secara bulanan, tekanan harga juga diprediksi mereda signifikan, dari 0,44 persen pada Juni menjadi hanya 0,05 persen di Juli.
Faktor utama di balik perlambatan ini adalah moderasi harga pada kelompok pangan bergejolak atau volatile food. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, beberapa komoditas diperkirakan mengalami penurunan harga, khususnya telur ayam, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Koreksi harga pada komoditas-komoditas tersebut dinilai cukup untuk mengimbangi kenaikan yang terjadi pada beras, daging ayam, daging sapi, dan bawang putih.
Dari sisi harga yang diatur pemerintah atau administered price, pergerakannya diprediksi moderat dengan tekanan dari dua arah yang saling meredam. Kenaikan tarif tiket pesawat selama periode liburan sekolah serta normalisasi pajak pertambahan nilai setelah berakhirnya skema PPN ditanggung pemerintah menjadi faktor pendorong inflasi pada komponen ini. Namun, penurunan harga bahan bakar minyak nonsubsidi serta LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram dan 5,5 kilogram berperan menahan laju kenaikan tersebut.
Sementara itu, inflasi inti pada Juli diperkirakan mencatat kenaikan bulanan yang lebih rendah ketimbang Juni. Meski tekanan musiman pada harga barang dan jasa terkait pendidikan serta rekreasi masih akan terasa, penurunan harga emas diprediksi mampu meredam percepatan inflasi inti secara keseluruhan.
Data resmi inflasi Juli 2026 dijadwalkan dirilis oleh Badan Pusat Statistik pada Senin, 3 Agustus 2026. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, BPS juga akan mempublikasikan sejumlah indikator ekonomi penting lainnya, meliputi data ekspor dan impor Juni 2026, indeks harga perdagangan besar Juli 2026, serta nilai tukar petani Juli 2026.
Selain itu, BPS akan merilis data perkembangan pariwisata dan transportasi Indonesia untuk periode Juni 2026, serta hasil Kerangka Sampel Area mengenai luas panen dan produksi padi maupun jagung hingga Juni 2026. Rangkaian data ini akan memberikan gambaran lebih komprehensif tentang kondisi perekonomian nasional memasuki paruh kedua tahun 2026.
Tag: inflasi Juli 2026, harga pangan, Bank Permata, BPS, ekonomi Indonesia