Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Kekeringan Meluas di Belgia, Brussels Pertahankan Status Waspada dan Air Tanah Terus Menyusut

2026-08-06 06:14 WIB · aindari · 👁 926 dibaca

Hampir seluruh wilayah Belgia dilanda kondisi kering hingga sangat kering, mendorong otoritas Brussels memperpanjang status waspada kekeringan dan meminta warga membatasi penggunaan air.

Brussels kembali memperpanjang status waspada kekeringan level kuning setelah cadangan air tanah terus merosot dan cuaca kering tak kunjung mereda. Keputusan itu diambil bersama oleh satuan tugas kekeringan yang melibatkan perusahaan air Vivaqua, Otoritas Pelabuhan Brussels, dan Safe.brussels, berdasarkan evaluasi kondisi terkini yang dilaporkan penyiar VRT pada Rabu.

Data dari Institut Meteorologi Kerajaan Belgia menunjukkan Wilayah Ibu Kota Brussels tengah bergerak menuju kategori kering. Kondisi serupa melanda sebagian besar wilayah Belgia, dengan tingkat keparahan bervariasi antara kering dan sangat kering.

Meski pasokan air minum saat ini masih terjaga, Vivaqua mengingatkan bahwa kekeringan yang berlarut-larut ditambah gelombang panas yang datang beruntun berpotensi menekan ketersediaan sumber daya air secara signifikan. Pemerintah pun mengimbau warga mengurangi konsumsi air untuk kebutuhan yang tidak mendesak, termasuk mencuci kendaraan, mengisi kolam renang, membersihkan trotoar dan teras, serta menyiram rumput dan tanaman hias.

Di luar ancaman terhadap pasokan air, kekeringan berkepanjangan juga memperburuk risiko kebakaran hutan. Status risiko kebakaran di wilayah Brussels saat ini berada pada level oranye atau sangat tinggi. Wilayah Flanders bahkan telah lebih dulu menaikkan status waspada kekeringannya ke level oranye sejak pertengahan Juli. Otoritas Pelabuhan Brussels menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mempertahankan ketinggian air di Kanal Brussels agar tetap dalam batas aman.

Gambaran yang lebih mengkhawatirkan datang dari laporan Badan Lingkungan Flanders (VMM). Setelah hampir sebulan minim curah hujan, muka air tanah di seluruh Flanders terus menurun. Pengukuran yang dilakukan pada 2 Agustus mencatat 81 persen titik pemantauan menunjukkan muka air tanah berada pada kategori rendah hingga sangat rendah untuk periode ini. Dari angka tersebut, 56 persen masuk kategori sangat rendah, sementara 25 persen sisanya tergolong rendah.

VMM memproyeksikan kondisi defisit air tanah ini akan bertahan setidaknya satu bulan ke depan, terlepas dari bagaimana cuaca berkembang dalam waktu dekat. Proyeksi itu mengisyaratkan tekanan terhadap sumber daya air di Belgia belum akan mereda dalam waktu singkat.

Tag: Belgia, kekeringan, Brussels, perubahan iklim, air tanah