Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Bentuk Aliansi Pertahanan Baru, Iran Langsung Bereaksi

2026-08-08 09:01 WIB · aindari · 👁 487 dibaca

Tiga negara besar dunia Islam menandatangani perjanjian pertahanan bersama di Mekah, memunculkan dinamika geopolitik baru di kawasan.

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan resmi menandatangani pakta pertahanan bersama di Mekah. Penandatanganan ini menandai terbentuknya blok keamanan baru yang menghimpun tiga kekuatan signifikan di dunia Islam — dua di antaranya, Turki dan Pakistan, memiliki kapabilitas militer yang diperhitungkan secara regional maupun global, sementara Pakistan dikenal sebagai satu-satunya negara Muslim yang memiliki senjata nuklir.

Pemilihan Mekah sebagai lokasi penandatanganan memiliki bobot simbolis tersendiri, mengingat kota itu merupakan pusat spiritual Islam sekaligus berada di jantung kedaulatan Arab Saudi. Pertemuan ini menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan sekadar urusan teknis militer, melainkan juga membawa dimensi identitas dan solidaritas antarnegara Muslim.

Kehadiran Pakistan dalam aliansi ini menjadi sorotan khusus. Sebagai negara dengan kekuatan nuklir, bergabungnya Islamabad ke dalam pakta bersama Riyadh dan Ankara dinilai menambah bobot strategis koalisi ini secara substansial. Selama ini, hubungan Pakistan dengan Arab Saudi memang telah terjalin erat, baik secara ekonomi maupun dalam kerja sama keamanan bilateral.

Reaksi keras datang dari Iran. Pejabat Teheran memperingatkan bahwa pakta yang melibatkan Pakistan dan Turki itu tidak akan mampu menjamin keamanan Arab Saudi. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran Iran terhadap penguatan blok yang secara geopolitik berada di sisi berlawanan dengan kepentingan Teheran di kawasan Timur Tengah. Hubungan Saudi-Iran yang selama ini penuh ketegangan menjadikan pembentukan aliansi ini semakin sensitif dalam konteks regional.

Di pasar keuangan, kabar pakta pertahanan ini turut memengaruhi sentimen investor. Indeks FTSE 100 dilaporkan mengalami kenaikan setelah berita penandatanganan tersebut beredar, meski pergerakan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor secara bersamaan. Kenaikan ini terjadi di tengah peringatan yang dikeluarkan Lloyds terkait sektor kredit pemilikan rumah, menunjukkan bahwa pasar merespons beragam sinyal secara simultan.

Terbentuknya aliansi Saudi-Turki-Pakistan berpotensi mengubah peta keseimbangan kekuatan di Timur Tengah dan Asia Selatan. Para analis akan mencermati sejauh mana pakta ini akan dioperasionalkan — apakah sebatas kerangka kerja sama atau akan diwujudkan dalam mekanisme pertahanan kolektif yang konkret — serta bagaimana respons kekuatan-kekuatan lain, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan India, terhadap perkembangan ini.

Tag: Arab Saudi, Turki, Pakistan, aliansi pertahanan, geopolitik Timur Tengah