BGN Minta Maaf atas Kasus Keracunan MBG, Siapkan Pengetatan Aturan dan Sanksi untuk Dapur
2026-08-08 17:06 WIB · aindari · 👁 522 dibaca

Merespons insiden keracunan makanan bergizi gratis yang berulang, Kepala BGN meminta maaf secara terbuka dan mengumumkan serangkaian langkah perbaikan mulai dari pengawasan ketat hingga sanksi tegas bagi dapur yang melanggar.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui adanya persoalan serius dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kasus keracunan terus terjadi di sejumlah daerah. Kepala BGN menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas insiden tersebut dan menegaskan komitmen untuk segera memperbaiki tata kelola program.
Sebagai langkah konkret, BGN menyiapkan aturan baru yang lebih ketat bagi dapur-dapur penyelenggara MBG. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah pemasangan CCTV di seluruh dapur MBG yang dipantau langsung dari pusat. Selain itu, pengecekan kesehatan secara rutin terhadap tenaga pengolah makanan juga akan diberlakukan guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terjaga.
Tidak hanya soal pengawasan teknis, BGN juga menyiapkan sanksi tegas bagi dapur-dapur yang terbukti melanggar ketentuan keamanan pangan. Langkah ini diambil agar setiap penyelenggara MBG memahami bahwa kelalaian dalam proses pengolahan makanan akan berujung pada konsekuensi nyata.
Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, BGN berencana menempatkan pejabat eselon di daerah-daerah. Dengan kehadiran pejabat yang berkantor langsung di wilayah penyelenggaraan MBG, diharapkan koordinasi dan respons terhadap permasalahan dapat berjalan lebih cepat dibandingkan jika seluruh pengawasan dikendalikan dari Jakarta.
Di sisi lain, BGN juga menunjukkan ketegasan dalam aspek sumber daya manusia. Sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dilaporkan telah diberhentikan. Kepala BGN, yang dikenal dengan sapaan Mas Dar, disebut tidak main-main dalam mengambil tindakan terhadap personel yang dinilai tidak memenuhi standar, dengan jumlah yang diberhentikan cukup signifikan.
Kasus keracunan yang berulang dalam program MBG telah menimbulkan kekhawatiran luas di masyarakat mengenai keamanan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat, terutama anak-anak. Kepala BGN menegaskan bahwa perbaikan tata kelola akan dilakukan secepatnya agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Dengan kombinasi pengetatan aturan, penguatan pengawasan berbasis teknologi, penempatan pejabat di daerah, serta sanksi tegas, BGN berupaya memulihkan kepercayaan publik terhadap program MBG. Keberhasilan langkah-langkah ini akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan dan kecepatan BGN dalam merespons setiap potensi pelanggaran.
Tag: BGN, Makan Bergizi Gratis, keracunan makanan, keamanan pangan, pengawasan MBG